Bankaltimtara

Diduga Hendak Mencuri, Maling di Balikpapan Kabur Usai Diteriaki Lewat Audio CCTV

Diduga Hendak Mencuri, Maling di Balikpapan Kabur Usai Diteriaki Lewat Audio CCTV

Situasi rumah warga yang disatroni maling di Jalan MT Haryono, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara.-IST/Sat Sabhara Polresta Balikpapan-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM — Dugaan tindak pidana pencurian terjadi di sebuah rumah warga di Jalan MT Haryono Gang Sekawan RT 66, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, pada Sabtu, 31 Januari 2026 sekira pukul 21.00 Wita.

Peristiwa tersebut terjadi di kediaman milik Yuli Agus Aji Subagyo yang saat kejadian sedang berada di luar rumah.

Ketua RT 66 Batu Ampar, Yati mengungkapkan, bahwa peristiwa bermula ketika pemilik rumah memantau kondisi kediamannya melalui kamera pengawas atau CCTV yang terhubung ke telepon genggamnya.

"Pemilik rumah itu lihat orang mencurigakan masuk ke dalam rumah dari CCTV di hp-nya," kata Yati, dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu, 1 Februari 2026.

BACA JUGA: BMKG: Pasang Laut Capai 3 Meter, Tambak dan Aktivitas Pesisir Harus Waspada

Orang tersebut terlihat mengenakan pakaian hitam dan masuk tanpa sepengetahuan pemilik rumah. "Melihat kejadian itu, pemilik rumah langsung meneriaki orang tersebut dari audio CCTV," lanjut Yati.

Menurutnya tindakan itu dilakukan sebagai respons spontan setelah menyadari ada orang asing yang berada di dalam rumahnya.

Setelah itu, pemilik rumah menghubungi pihak keluarga serta meminta bantuan warga sekitar untuk mengecek kondisi rumah.

Yati mengaku langsung mendapat panggilan dari warga setempat dan segera menuju lokasi kejadian. "Saya langsung ke lokasi karena khawatir situasi berkembang dan warga main hakim sendiri," ujar Yati.

BACA JUGA: Bikin Warga Resah, Pelaku Pencurian Material Bangunan di Long Ikis Dibekuk Polisi

Saat tiba di lokasi, ia menyebut bahwa suasana lingkungan sudah dipenuhi warga yang berkumpul di sekitar rumah tersebut. Yati menjelaskan berdasarkan informasi awal, terduga pelaku masih berada di dalam rumah.

"Warga berdatangan dan sebagian membawa senjata tajam seperti parang dan pisau," ungkapnya. Kondisi tersebut sempat membuatnya khawatir lantaran dinilai rawan dan berpotensi memicu tindakan kekerasan.

"Saya langsung menyita senjata tajam itu dan menegaskan warga tidak boleh bertindak sendiri," kata Yati.

Ia menekankan bahwa keselamatan semua pihak menjadi prioritas utama dalam situasi tersebut. Karena kerumunan semakin ramai, Yati kemudian melaporkan kejadian itu kepada Babinsa di wilayah Batu Ampar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait