Selain membantu kelancaran lalu lintas, keberadaan PJU diharapkan dapat mengurangi risiko kejahatan jalanan di malam hari.
BACA JUGA: Komisi III Minta Dishub Balikpapan Maksimalkan Anggaran dan PAD dari Parkir
BACA JUGA: DPMPTSP Balikpapan Bongkar Fakta: Helix Club Belum Kantongi SLF dan PKKPR
Lebih lanjut, Fadli menanggapi masukan yang berkembang terkait kualitas lampu yang digunakan, khususnya lampu bertenaga surya.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya siap melakukan evaluasi terhadap titik-titik yang telah dipasang.
Serta menyesuaikan jenis dan spesifikasi lampu sesuai kebutuhan teknis di lapangan.
"Kalau memang ada yang kualitasnya tidak maksimal, kami akan tinjau dan ganti. Yang jelas, ke depan kami ingin semua PJU memenuhi standar, menyala stabil, dan benar-benar berfungsi untuk warga," tekan Fadli.
BACA JUGA: Verifikasi SPMB SMP di Balikpapan Diwarnai Antrean, Disdikbud Atur Ulang Jadwal Kedatangan Peserta
BACA JUGA: Realisasi Belanja Rendah, Silpa Pemkot Balikpapan Rp614 Miliar Lebih
Dalam forum yang sama, Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, menyampaikan catatan terhadap penggunaan lampu PJU bertenaga surya yang selama ini dipasang di beberapa titik.
Menurutnya, berdasarkan pengamatan dan laporan masyarakat, lampu-lampu tenaga surya tersebut tidak menyala secara konsisten.
Beberapa di antaranya bahkan tidak menyala sama sekali pada malam hari, atau hanya redup.
"Kami banyak menerima masukan dari warga. Lampu tenaga surya ini seringkali tidak optimal. Kadang menyala, kadang tidak, bahkan banyak yang hanya redup. Maka kami minta agar ke depan tidak lagi menggunakan tenaga surya," beber Yusri.
BACA JUGA: BMKG Balikpapan: Cuaca Laut Masih Aman, Nelayan Diminta Waspadai Awan Ekstrem
BACA JUGA: Taman Bekapai Kini Jadi Zona Kuliner Halal dan Higienis
Ia menyarankan agar Dishub mengganti lampu-lampu yang kurang maksimal dengan lampu jenis lain atau lebih berkualitas, dengan kebutuhan wilayah perkotaan seperti Balikpapan.