Bankaltimtara

Kasus Kekerasan Anak Masih Ada, Rahmat Mas'ud Dorong RT Lebih Aktif

Kasus Kekerasan Anak Masih Ada, Rahmat Mas'ud Dorong RT Lebih Aktif

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud mendorong peran aktif RT untuk memberikan perlindungan anak di lingkungan masing-masing.-(Disway Kaltim/ Salsa)-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM — Meski Kota Balikpapan berulang kali meraih status Kota Layak Anak (KLA), kasus kekerasan terhadap anak masih terjadi di tengah masyarakat. 

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, mendorong peran aktif rukun tetangga (RT) untuk memperkuat perlindungan anak di tingkat lingkungan.

Dalam beberapa waktu terakhir, laporan dugaan percobaan penculikan hingga kekerasan dan pelecehan anak masih muncul. Rahmad menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, meski indikator kota ramah anak telah dipenuhi.

"Kasus seperti itu tidak mungkin bisa hilang di muka bumi ini. Tetapi bagaimana kita mengurangi dan mencegah, itu yang penting," ujarnya saat diwawancara Nomorsatukaltim, Kamis 2 April 2026.

BACA JUGA: 222 Kasus Kekerasan Terjadi di Balikpapan Sepanjang 2025, Anak Masih jadi Korban Terbanyak

BACA JUGA: Anak Jadi Sasaran Kriminal, DPRD Balikpapan: Logika Penanganan Harus Dibalik

Balikpapan telah beberapa kali menerima penghargaan Kota Layak Anak dari pemerintah pusat. Setelah meraih kategori Nindya, kota ini naik ke kategori Utama dan mempertahankannya hingga 2025. 

Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang memenuhi indikator perlindungan dan pemenuhan hak anak, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga lingkungan yang aman.

Rahmad menekankan bahwa peran utama tetap berada pada keluarga. Pemerintah memang menyediakan fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan ruang ramah anak, tetapi pengawasan dan pendidikan anak harus dimulai dari rumah.

"Pemerintah memberikan fasilitas, tetapi yang lebih dekat dengan anak adalah orang tua," katanya.

BACA JUGA: Pembatasan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun Resmi Berlaku Hari Ini

BACA JUGA: Perlindungan Anak di Dunia Digital Diperkuat, X dan Bigo Live Jadi Contoh Kepatuhan Platform Digital

"Sekolah yang paling utama itu di rumah. Orang tua harus memberikan edukasi mana yang baik dan mana yang tidak baik," tambahnya.

Selain itu, ia menyoroti perkembangan teknologi yang memengaruhi pola interaksi anak. Penggunaan perangkat digital perlu dibatasi dan didampingi oleh orang tua.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait