Setelah melewati masa itu, pada tahun 2019 ia memutuskan untuk kembali berjualan terang bulan tersebut.
BACA JUGA: Jadi Tradisi di Desa Kota Bangun III, Festival Cenil Pertahankan Ciri Khas Kuliner Lokal
BACA JUGA: Lestarikan Makanan Khas, Pemkab Berau Gelar Festival Jajanan Kue Tradisional
Kala itu, ia melihat ada peluang, terutama karena minimnya penjual jajanan serupa.
“2019 kita jualan lagi. Di situ agak kurang, jadi kita buka lagi,” lanjutnya.
Terang bulan yang ia jual cukup berbeda dibandingkan dengan terang bulan pada umumnya, yang harus menunggu proses pembuatannya.
Terang bulan ini sudah dalam keadaan siap saji.
BACA JUGA: Jajanan Khas Indonesia Makin Populer di China, Banjir Pesanan Jelang Imlek
BACA JUGA: UMKM Kopi Binaan BRI Tembus Pasar Internasional, Ikut Pameran Kopi Dunia di Amerika
Hanya perlu ditambahkan topping yang diinginkan, seperti cokelat dan keju.
Untuk rasa cokelat dibanderol hanya Rp2.000 saja per potong.
Sedangkan untuk rasa keju dibanderol dengan harga Rp3.000.
Ramadhanti mengungkapkan bahwa terang bulan yang ia jual cukup diminati oleh masyarakat.
BACA JUGA: Kopi Gerobakan Menjamur di Samarinda, Mampu Jual Hingga 300 Gelas Per Harinya
BACA JUGA: Dorong Sektor Produksi Bergeliat, BRI Salurkan KUR Rp 69,8 triliun ke 8,3 Juta Debitur UMKM
Terutama untuk orang-orang yang telah kenal dengan jajanan tersebut pada zaman dulu.