Pelaku UMKM bisa melakukan konsultasi usaha lewat Klinik Bisnis yang menyediakan 16 konsultan. (Khajjar/Disway Kaltim) Samarinda, DiswayKaltim.com - Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kaltim diharapkan bisa menaikkan status usahanya secara bertahap. Mendorong itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Timur membentuk Klinik Bisnis. Lembaga ini sebenarnya sudah beroperasi sejak 2013 silam. Konsultan Bidang Kelembagaan Klinik Bisnis Muharram Al Kaufy mengatakan, fokus kerja klinik adalah pendampingan, pelatihan, dan pelayanan UMKM. "Kita mengacu pada RPJMD daerah ya. Untuk tahun ini kan fokusnya lebih ke pengembangan UMKM," kata Muharram yang juga konsultan di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) ini, Selasa (18/2). Di klinik tersebut, para pelaku bisa datang dan berkonsultasi langsung terkait masalah bisnisnya. Ada 16 konsultan yang tersedia di klinik ini dengan kualifikasi tertentu. Seperti keuangan, kelembagaan, kerja sama bisnis, sumber daya manusia (SDM), teknologi informasi, serta produksi dan kemasan. "Kita gak pernah membatasi, semua bisa datang ke sini untuk konsultasi. Mau itu usaha mikro, kecil, dan menengah. Atau siapa pun yang membutuhkan," ujarnya. Muharram menyebut ada sembilan kategori yang menjadi acuan pengembangan. Di antaranya adalah mindset pengusaha, perizinan, jumlah karyawan, peningkatan kualitas produksi, kuantitas produk, omzet, aset, kemasan, dan pasar. "Kita dorong untuk selalu ada peningkatan, minimal satu atau dua kategori. Entah perizinannya atau kualitas produksi. Lebih bagus lagi kalau bisa semua," ujarnya. Selaras dengan program Naik Kelas UMKM di Kaltim, Klinik Bisnis berperan sebagai konsultan dalam program ini. Muharram menarget jumlah UMKM yang bisa naik kelas harus lebih dari target 200 UMKM. "Kenapa cuma 200? Ukuran ini masih kecil sebenarnya. Tapi ya harus realistis, sesuai keadaan ekonomi sekarang," ujarnya. Muharram menyebut, perekonomian secara umum baik global dan regional sedang tidak stabil. Hal ini sangat terasa bagi pelaku usaha kecil. Secara omzet mungkin tinggi tapi keuntungan berkurang. Penyebabnya antara lain karena dipengaruhi harga barang pokok dan inflasi. Selama menjalani proses pendampingan dan pelayanan, Muharram mengaku, masalah perizinan menjadi hal yang paling banyak dikeluhkan para pengusaha UKM. "Biasanya kalau sudah begitu, kita beri arahan dan penjelasan," akunya. Muharram juga menyebut keterbatasan anggaran menjadi kendala Klinik Bisnis untuk bergerak. Padahal, pihaknya dituntut aktif untuk melakukan pembinaan ke setiap daerah. "Kalau ada anggaran, kami biasanya melakukan pelatihan dan pendampingan ke daerah. Kalau tidak, kami tetap adakan pelatihan tapi, ya di sini saja," katanya. Pihaknya juga bekerja sama dengan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) regional Kaltim untuk mengadakan pelatihan kelas bisnis Maret mendatang. Terlepas dari kendala tersebut, Muharram tetap optimistis, UMKM di Kaltim bisa berkembang lebih baik lagi. Ia juga berharap, keberadaan UMKM di Kaltim bisa membuka lapangan kerja lebih banyak. Sehingga bisa menyerap tenaga kerja di Kaltim. "Jadi keberadaan UKM ini, bisa lebih bermanfaat untuk orang lain," pungkasnya. (krv/eny)
Perizinan Usaha Paling Banyak Dikeluhkan
Rabu 19-02-2020,21:49 WIB
Reporter : Benny
Editor : Benny
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 07-05-2026,06:01 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 7 Mei 2026, Waspada Hujan Petir!
Kamis 07-05-2026,10:03 WIB
Status Digantung, Pekerja PT Lonsum Kedang Makmur Mengadu
Kamis 07-05-2026,11:30 WIB
Ketua Umum FSPTI-KSPSI Lantik Pengurus DPC FSPTI-KSPSI Khusus TKBM KSS Pelabuhan Balikpapan 2026-2031
Kamis 07-05-2026,09:01 WIB
Usung 20 Cabor, KONI Mahulu Optimis Naik Level di Porprov 2026
Kamis 07-05-2026,13:01 WIB
BBM Naik, Harga Jual Sapi di Samarinda Ikut Melonjak
Terkini
Kamis 07-05-2026,22:50 WIB
Jamaah Diminta Prioritaskan Kesehatan, Dilarang City Tour Jelang Armuzna
Kamis 07-05-2026,22:25 WIB
Terdakwa Kasus Dugaan TPPU Catur Adi Prianto Dituntut 13 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar
Kamis 07-05-2026,22:20 WIB
Rupiah Diguncang Capital Outflow, Menkeu Purbaya Aktifkan Skema Bond Stabilization Fund
Kamis 07-05-2026,22:00 WIB
Porprov Kaltim 2026 di Paser Kekurangan Tenaga Medis
Kamis 07-05-2026,21:30 WIB