SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Daerah (PKPMD) Kalimantan Timur memasuki hari ketiga pada Rabu (11/6/2025) dengan agenda yang semakin padat.
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim memastikan seluruh peserta mengikuti rangkaian materi dengan disiplin yang ketat sejak pagi hingga malam.
Sebanyak 50 peserta yang telah lolos seleksi disentralisasi di Asrama Atlet Kadrie Oening, Samarinda, sejak hari pertama.
Mereka tinggal bersama selama program berlangsung, di bawah pengawasan ketat pendamping dari unsur TNI dan Polri.
Subkoordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan Pemuda Dispora Kaltim, Rusmulyadi, menjelaskan bahwa peserta menjalani rutinitas harian yang dimulai dengan sarapan bersama, kemudian dilanjutkan dengan sejumlah sesi materi dari berbagai narasumber.
“Hari ini peserta mendapat materi dari Dispora terkait indeks pembangunan pemuda. Kemudian dari Korem memberikan wawasan kebangsaan. Ada juga materi kepeloporan dari Sultan, pemuda pelopor tingkat nasional. Siangnya, materi dari influencer, dan malam ini ditutup dengan sesi psikologi,” jelas Rusmulyadi.
Ia menambahkan, pendampingan dari personel TNI dan Polri tetap dilibatkan untuk menjaga kedisiplinan peserta selama berada di asrama.
Pola ini dinilai efektif untuk membentuk sikap tanggung jawab dan keteraturan dalam keseharian para calon pemimpin muda tersebut.
“Peserta dikawal dari bangun pagi hingga malam. Disiplin waktu dan kegiatan menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter kepemimpinan mereka,” lanjutnya.
Materi psikologi yang disampaikan pada malam hari menjadi bagian dari pendekatan holistik PKPMD.
Dispora ingin memastikan peserta tidak hanya kuat secara intelektual, tapi juga memiliki ketahanan mental dan emosional dalam menghadapi tantangan.
Rusmulyadi menegaskan bahwa PKPMD merupakan program unggulan Kaltim yang belum dimiliki daerah lain. Karena itu, ia berharap para peserta bisa memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal.
“Pemuda kita harus sadar bahwa ini kesempatan yang tidak semua daerah punya. Di nasional, kuota hanya dua atau tiga orang. Di Kaltim, kita punya 50. Ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Dengan pendekatan materi yang beragam dan pelatihan yang terukur, Dispora Kaltim berharap para peserta PKPMD tahun ini bisa menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi daerah ke depan. (ADV/GTN)