Bankaltimtara

Penyesuaian MBG saat Ramadan, BGN Berau Siapkan Menu Kering dan Sistem Rapelan

Penyesuaian MBG saat Ramadan, BGN Berau Siapkan Menu Kering dan Sistem Rapelan

SPPG Kelurahan Karang Ambun.-Maulidia Azwini -Disway Kaltim

BERAU, NOMORSATUKALTIM - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Berau selama bulan Ramadan 1447 Hijriah akan mengalami sejumlah penyesuaian, baik dari sisi mekanisme distribusi maupun jenis menu yang diberikan kepada siswa.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Berau, Rani Oktaviana mengatakan, penyaluran MBG selama Ramadan dilakukan dengan sistem rapelan, yakni pembagian makanan untuk beberapa hari sekaligus.

“Pola mekanismenya bisa disalurkan setiap hari atau dirapel dua sampai tiga hari. Namun sesuai petunjuk teknis, rapelan dibatasi maksimal tiga paket, rencananya kita mulai tanggal 23 nanti,” ujar Rani kepada Nomorsatukaltim saat dikonfirmasi, Kamis 19 Februari 2026.

Ia menjelaskan, dalam praktiknya pembagian dilakukan secara bertahap. Misalnya, paket untuk tiga hari Senin hingga Rabu dibagikan sekaligus, kemudian dilanjutkan kembali untuk hari berikutnya.

Selain mekanisme distribusi, penyesuaian juga dilakukan pada jenis menu yang diberikan. Selama Ramadan, MBG lebih difokuskan pada makanan kering yang dinilai lebih tahan lama dan fleksibel untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

BACA JUGA:Truk Tangki BBM Lindas Ibu-Anak di Jalan Juanda Samarinda Tidak Terdata oleh Pertamina

“Untuk karbohidrat, kita ganti dari nasi menjadi roti atau umbi-umbian. Kita ganti dengan serat lain dari bahan makanan kering yang tahan lama,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap menyediakan menu basah dalam momen tertentu, seperti kegiatan buka puasa bersama di setiap sekolah. Dalam kegiatan tersebut, makanan disajikan dalam wadah khusus (ompreng) dan didistribusikan menjelang waktu berbuka.

“Nantinya setiap sekolah akan mengadakan satu kali buka bersama. Di situ baru diberikan menu basah,” tambahnya.

Rani juga memastikan bahwa pendistribusian MBG tetap menjangkau seluruh siswa, termasuk yang tidak menjalankan ibadah puasa. Namun, menu yang diberikan tetap diseragamkan berupa makanan kering.

“Untuk siswa non-muslim tetap menerima, hanya saja menunya disamakan agar lebih praktis dalam distribusi,” katanya.

Tak lupa, Rani turut menekankan bahwa kualitas dan keamanan makanan tetap menjadi prioritas pihaknya. Setiap SPPG, kata dia, melibatkan tenaga ahli gizi serta penjamah makanan yang telah mendapatkan pelatihan dari Dinas Kesehatan.

BACA JUGA:Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di PPU, Imsak Lebih Lambat dari Kota Balikpapan

Selain itu, pengawasan juga dilakukan oleh puskesmas setempat bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Berau.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: