"Selama ini banyak data yang hanya tercatat di atas kertas. Maka dari itu, kami datang langsung ke lokasi, mengenal pengurusnya, melihat aktivitasnya. Komunikasi yang baik akan memudahkan koordinasi ke depan," sebut Windyanudra.
BACA JUGA: Polda Kaltim Tegaskan Penyelidikan Dugaan Tambang Ilegal di Kebun Raya Unmul Masih Berlanjut
BACA JUGA: Pelaku Pembakaran Rumah Ditangkap, Motifnya Ingin Diterima sebagai PPPK
Pihaknya berharap agar pendekatan ini mampu mencegah potensi konflik sosial, termasuk kesalahpahaman terhadap peran ormas.
Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya peran ormas dalam menjaga stabilitas daerah.
"Dengan komunikasi yang terjalin, ke depan cukup saling telepon untuk menyampaikan informasi penting. Tujuan utama kami adalah memperkuat silaturahmi dan menghindari gesekan," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Laskar Borneo Bersatu (LBB), Muhammad Ali Amin, menyatakan dukungannya terhadap langkah pembinaan yang dilakukan kepolisian.
BACA JUGA: Pemuda Kaltim Diminta Lebih Cermat Hadapi Era Digital
BACA JUGA: Pemprov Kaltim Evaluasi Quickwins 100 Hari Kerja, Progres GratisPol Terlihat Nyata
Ia menilai penyuluhan yang disampaikan secara langsung menjadi cara positif dalam membangun pemahaman dan kerja sama.
"Kami mendukung penuh kegiatan edukasi seperti itu. Itu langkah bagus. Ormas juga bagian dari masyarakat yang harus dirangkul, bukan dimusuhi," ucap Ali, sapaan akrabnya.
Ia juga mengingatkan agar penindakan terhadap oknum bermasalah tidak dibarengi dengan stigmatisasi terhadap ormas secara keseluruhan.
"Kalau ada ormas yang melanggar hukum, silakan ditindak. Tapi jangan semua ormas digeneralisasi. Kami ini kerja sosial, tidak digaji. Kami cari ladang amal," tekannya.