Tidak hanya di SDN 001 Linggang Bigung. Sekda bersama rombongan juga menyambangi SDN 001 Barong Tongkok.
Di sekolah tersebut, pagar rusak parah akibat tertimpa pohon besar yang tumbang karena angin kencang.
“Ini bukan satu-satunya kasus. Di SDN 001 Barong Tongkok juga ada pagar yang rusak karena pohon tumbang. Ini berarti kita perlu waspada dan evaluasi menyeluruh,” kata Ayonius.
Ia menyampaikan bahwa seluruh pagar sekolah yang mengalami kerusakan harus segera dievaluasi. Menurutnya, keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama.
“Pagar yang rusak harus dicek kembali apakah masih layak. Jangan sampai menjadi bahaya bagi siswa dan masyarakat sekitar sekolah,” ujarnya mengingatkan.
Untuk perbaikan pagar SDN 001 Linggang Bigung, Ayonius menyatakan bahwa akan diupayakan melalui penganggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP).
BACA JUGA:Tahun 2027, PLN ULP Melak Targetkan 30 Kampung di Kubar Teraliri Listrik
Sedangkan untuk SDN 001 Barong Tongkok, ia membuka kemungkinan penggunaan dana dari sekolah.
“Pagar SDN 001 Linggang Bigung akan kami dorong masuk APBDP. Tapi untuk SDN Barong Tongkok, saya minta Dinas Pendidikan melihat apakah bisa gunakan dana-dana yang masuk ke sekolah, supaya bisa lebih cepat,” paparnya.
Sekda juga mengingatkan pentingnya evaluasi kualitas konstruksi pagar di semua sekolah. Ia menilai bahwa perbaikan tidak boleh hanya bersifat sementara.
“Kita tidak boleh hanya menambal. Harus ada evaluasi menyeluruh, mulai dari material sampai desain bangunan, agar lebih kuat menghadapi cuaca ekstrem,” ucap Ayonius.
Ia berharap agar pembangunan pagar nantinya lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan sekitar, mengingat intensitas hujan dan angin di wilayah Kutai Barat kerap tinggi.
“Lingkungan sekolah itu harus aman dari risiko. Kita harus pelajari dari kejadian ini dan buat standar yang lebih kuat,” tambahnya.
Kehadiran langsung Sekda dan langkah cepat dari dinas terkait mendapat apresiasi dari para guru dan warga sekitar.
BACA JUGA:Pemkab Kutai Barat Siap Pertahankan Opini WTP
Mereka merasa didengar dan dihargai atas kekhawatiran yang selama ini dirasakan.
“Kami tidak ingin kejadian seperti ini menunggu korban baru bertindak. Maka begitu ada laporan, kami langsung turun. Pendidikan adalah sektor vital,” kata Ayonius lagi.
Sekda juga mengingatkan bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen tinggi untuk menjaga fasilitas pendidikan.