Sistem Data Pencari Kerja Belum Terhubung, Upaya Pemkot Bontang Atasi Pengangguran Tersendat
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris-Michael Fredy Y/Nomorsatukaltim-
BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Sinkronisasi data pencari kerja di Kota Bontang belum juga selesai. Alhasil, upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dalam menyelesaikan masalah pengangguran di kota industri tersebut tersendat.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan, hingga saat ini Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) masih berupaya menyelesaikan pendataan pencari kerja (pencaker). Walau ia mengakui dalam penyelesaiannya, tim Disnaker menghadapi beberapa hambatan.
Penyebabnya yakni sinkronisasi data antar sistem yang digunakan pemerintah masih terkendala. Hingga pertengahan Januari 2026 ini, kendala teknis ini belum sepenuhnya teratasi.
“Sudah kita rapatkan, tapi sampai sekarang belum bisa difinalisasi. Masih ada kendala,” kata Agus Haris, Minggu, 18 Januari 2026.
BACA JUGA: Sekolah Rintisan di Bontang Selesai Dibangun Bulan Juli
BACA JUGA: Proyek Drainase Belum Rampung, Air Meluap ke Rumah Warga di Bontang
Ia menjelaskan, pendataan pencari kerja saat ini diarahkan untuk memberi prioritas kepada masyarakat kurang mampu.
Sayangnya, data pencari kerja yang tercatat melalui kartu kuning (AK1) belum terhubung dengan basis data terpadu milik pemerintah. “Data itu memuat informasi kondisi sosial ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Padahal, menurut Agus Haris, integrasi data menjadi kunci agar kebijakan penyaluran tenaga kerja berjalan tepat sasaran.
Pemerintah menginginkan satu sistem yang mampu menampilkan profil pencari kerja secara utuh, mulai dari keterampilan, latar belakang pendidikan, hingga status ekonomi.
BACA JUGA: Proyek Pengerjaan Jargas di Bontang Harus Rekrut Minimal 70 Persen Tenaga Kerja Lokal
BACA JUGA: Sekolah Negeri Dilarang Lakukan Pungutan, Wali Kota Bontang: Biaya sudah Ditanggung Pemerintah
“Kita ingin sistem yang sekali klik langsung terlihat semuanya. Skill-nya apa, pendidikannya bagaimana, termasuk apakah masuk kategori kurang mampu atau tidak. Ini yang belum terkoneksi,” jelasnya.
Ke depan, sistem pendataan tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah, tetapi juga bagi dunia usaha.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

