Risiko Kebakaran Meningkat saat Ramadan, Disdamkarmatan Samarinda Ungkap Penyebabnya

Senin 24-02-2025,09:00 WIB
Reporter : Mayang Sari
Editor : Hariadi

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Memasuki bulan suci Ramadan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan Kota (Disdamkarmatan) Samarinda meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang cenderung meningkat di kawasan padat penduduk.

Kepala Bidang Pemadam dan Penyelamatan Disdamkarmatan Samarinda, Teguh Setya Wardana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mencatat dua kasus kebakaran pada Februari 2025.

"Langkah ini diambil menyusul dua kejadian kebakaran yang terjadi di Samarinda pada bulan Februari ini," ungkap Teguh, akhir pekan lalu.

Dua insiden tersebut terjadi di Jalan Gatot Subroto Gang 11 pada 13 Februari dan di Jalan Batu Cermin pada 16 Februari, yang menghanguskan enam bangunan.

BACA JUGA: HUT ke-106 Damkar, Dorong Pembentukan Dinas Pemadam Kebakaran Tingkat Provinsi

BACA JUGA: Diduga Korsleting Listrik, Kebakaran di Samarinda Hanguskan 8 Bangunan Tempat Usaha

"Kedua kebakaran ini disebabkan oleh korsleting listrik," ujar Teguh.

Penyebab Kebakaran di Bulan Ramadan

Teguh menjelaskan bahwa risiko kebakaran cenderung meningkat selama Ramadan karena aktivitas memasak meningkat signifikan saat sahur dan berbuka puasa.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran selama bulan Ramadan. Pastikan untuk tidak meninggalkan kompor atau peralatan dapur lainnya tanpa pengawasan saat digunakan," imbuhnya.

Selain faktor memasak, kebiasaan masyarakat yang terburu-buru saat menyiapkan hidangan sahur dapat membuat mereka lupa mematikan kompor atau peralatan listrik lainnya. 

BACA JUGA: 28 Rumah di Kabupaten Berau Ludes, 55 Orang Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Kebakaran

BACA JUGA: Gerak Cepat, Bupati Sri Juniarsih Sambangi Sekaligus Beri Bantuan Korban Kebakaran di Milono

Ditambah lagi, membiarkan kompor menyala untuk memasak saat aktivitas salat subuh dan tarawih sering kali menjadi penyebab kebakaran, karena tidak terpantau dengan baik.

Selain kompor dan instalasi listrik, Teguh juga menyoroti pembakaran sampah yang tidak diawasi serta anak-anak yang bermain petasan dan kembang api sebagai faktor pemicu kebakaran lainnya.

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk memeriksa instalasi listrik di rumah mereka. Hindari penggunaan kabel yang rusak atau sambungan listrik yang berlebihan karena dapat memicu korsleting," lanjutnya.

Langkah Pencegahan dan Imbauan

Kategori :