Bankaltimtara

Awal 2026, 2 Tongkang Batu Bara Tabrak Jembatan Mahulu Akibat Gagal Bermanuver

Awal 2026, 2 Tongkang Batu Bara Tabrak Jembatan Mahulu Akibat Gagal Bermanuver

Danny-95 merupakan salah satu tongkang yang gagal memutar dan terbawa arus hingga menabrak Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), di Samarinda.-(Ist./for Disway Kaltim)-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Belum genap sebulan usai ditabrak, Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) kembali mengalami insiden serupa. 

Kali ini, dua tongkang bermuatan batu bara yang gagal bermanuver saat hendak tambat, tongkang Roby-311 yang ditarik tugboat Bloro-7 serta tongkang Danny-95 yang ditarik tugboat Raja Laksana-166 menabrak pilar jembatan hingga membuat struktur jembatan sempat bergoyang pada Minggu dini hari, 4 Januari 2026.

Insiden tabrakan tongkang batu bara yang melibatkan pilar Jembatan Mahulu serta rumah warga di bantaran Sungai Mahakam kini dalam penanganan aparat kepolisian. Peristiwa tersebut masih diselidiki untuk mengungkap penyebab pasti serta memastikan ada tidaknya unsur kelalaian dalam aktivitas pelayaran di jalur sungai tersebut.

Perwira Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Rifqhi Sactio, membenarkan adanya laporan insiden tersebut. Informasi awal diterima dari warga sekitar tak lama setelah kejadian, saat tongkang dilaporkan hanyut dan bergerak tak terkendali di alur Sungai Mahakam.

BACA JUGA: Lagi, Kapal Tongkang Hantam Pilar Jembatan Mahulu dan Rusak Rumah Warga

BACA JUGA: KSOP Samarinda Terbitkan Larangan Labuh, usai Tongkang Tabrak Jembatan Mahulu

"Ya, benar. Kami telah menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 01.30 dini hari. Laporan menyebutkan adanya tongkang yang menabrak pilar jembatan dan rumah warga," ujar Rifqhi, Minggu (4/1/2026).

Berdasarkan hasil pendataan sementara di lokasi kejadian, terdapat dua rangkaian kapal yang berada di sekitar titik insiden. 

Rangkaian pertama yakni tugboat Bloro-7 yang menarik tongkang Roby-311. Rangkaian lainnya adalah tugboat Raja Laksana-166 yang menarik tongkang Danny-95.

Rifqhi menjelaskan, salah satu tongkang diduga mengalami lepas tali towing saat berada dalam posisi menunggu proses penambatan. Dalam kondisi tersebut, tongkang kemudian hanyut mengikuti arus Sungai Mahakam yang saat itu cukup deras.

BACA JUGA: 7 Saksi Sudah Diperiksa, Polisi Belum Pastikan Penyebab Kapal Tongkang Tabrak Tiang Jembatan Mahulu

BACA JUGA: Tongkang Tabrak Jembatan Mahulu di Luar Jadwal Pemanduan Resmi

"Tongkang tersebut lebih dulu menabrak pilar Jembatan Mahakam Ulu, kemudian terus bergerak hingga menghantam kawasan permukiman warga," bebernya.

Untuk kepentingan penyelidikan, seluruh anak buah kapal (ABK) dari kapal-kapal yang terlibat telah diamankan oleh kepolisian. Pemeriksaan dilakukan oleh Unit Gakkum Polairud Polresta Samarinda guna menggali keterangan teknis terkait prosedur pelayaran, kondisi kapal, hingga pola pengawasan saat kejadian.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait