Hanya Operasikan 13 Bed, RSUD AMS II Tuai Kritik DPRD Kaltim
RSUD Aji Muhammad Salehuddin (AMS) II di Kota Samarinda saat ini baru mengoperasikan 13 bed perawatan karena terkendala infrastruktur dan SDM. -(Disway Kaltim/ Mayang)-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – RSUD Aji Muhammad Salehuddin (AMS) II menuai kritik tajam Anggota DPRD Kaltim. Saat ini, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tersebut baru mengoperasikan 13 dari total 50 tempat tidur (bed) yang tersedia.
Kondisi itu dinilai mencerminkan belum optimalnya kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia rumah sakit yang telah beroperasi sekitar satu tahun.
Sorotan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, saat meninjau langsung fasilitas RSUD AMS II di Jalan KH Wahid Hasyim I, Samarinda, di tengah polemik penangguhan izin perluasan pembangunan rumah sakit tersebut.
Menurut Andi Satya, persoalan utama terletak pada infrastruktur dasar dan keterbatasan tenaga kesehatan. Dari 50 ruangan perawatan dengan kapasitas 50 bed, hanya 13 bed yang saat ini bisa difungsikan.
BACA JUGA: Pembangunan RSUD AMS II Terganjal Izin, Pemprov Kaltim Janji Tuntaskan Administrasi
"Artinya, kurang dari 50 persen yang bisa berjalan. Itu karena berbagai macam persoalan," ujar Andi Satya, Rabu (7/1/2026).
Ia mengungkapkan, meski usia bangunan tergolong baru, sejumlah kerusakan fisik ditemukan di dalam gedung. Beberapa ruangan mengalami lantai terangkat, rembesan air, hingga indikasi kerusakan struktural.
"Tadi kita lihat ada ruangan yang lantainya terangkat, ada air yang keluar dan merembes. Ini kan sangat memprihatinkan untuk rumah sakit yang usianya baru satu tahun," tegasnya.
Selain persoalan bangunan, kekurangan tenaga kesehatan disebut menjadi kendala besar dalam pengoperasian layanan. Andi Satya menyebut, jumlah tenaga medis yang tersedia belum mencukupi untuk mengoperasionalkan seluruh kapasitas layanan rumah sakit.
BACA JUGA: Pemprov Kaltim Versus Pemkot Samarinda: Bantah RSUD AMS II di Zona Rawan Genangan
"Tenaga kesehatannya masih sangat kurang. Untuk bisa mengoperasionalkan 50 bed itu, masih kurang puluhan tenaga kesehatan," jelasnya.
Kondisi tersebut membuat manajemen rumah sakit harus menyesuaikan layanan dengan kemampuan sumber daya manusia yang ada. "Kalau SDM-nya dengan jumlah yang ada ini dibuka terlalu banyak, kasihan mereka tidak bisa menanggulangi semua," ujarnya.
Padahal, lanjut Andi Satya, RSUD AMS II memiliki peran strategis dalam mendukung program pelayanan kesehatan gratis Pemerintah Provinsi Kaltim. Namun, menurutnya, fokus pemerintah seharusnya diarahkan pada pembenahan operasional dan infrastruktur gedung yang sudah ada, bukan pembangunan gedung baru.
"Perbaiki dulu, optimalkan dulu yang ada. Jalankan dulu 50 bed dengan pegawai yang cukup. Setelah itu baru bicara pembangunan gedung baru," tegas Andi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

