Meski terdapat perbedaan metode dalam menentukan awal bulan hijriyah, Kemenag berharap Ramadhan dan Idulfitri tahun ini dapat dirayakan secara bersamaan oleh seluruh umat Islam di Indonesia.
“Kita berharap umat Islam di Indonesia bisa mengawali Ramadhan secara bersama-sama, sehingga semakin mempererat persatuan dalam menjalankan ibadah puasa,” tutur Rokhmad.
BACA JUGA : Tak Ada PHK 2.200 Pekerja Konstruksi IKN, Basuki Sebut Proyek Jalan Terus
Penetapan awal Ramadhan dan Idulfitri kerap menjadi perhatian masyarakat, mengingat potensi perbedaan antara metode hisab yang digunakan Muhammadiyah dan metode rukyat yang diterapkan pemerintah.
Namun, perbedaan ini telah menjadi bagian dari dinamika keberagamaan di Indonesia yang tetap berjalan harmonis setiap tahunnya.