Pembangunan Pabrik Pakan Ikan di Kukar Tertunda, Terhambat Efisiensi Anggaran
Plt Kepala Disperidag Kukar, Sayid Fathullah-Ari Rachiem/Nomorsatukaltim-
KUTAI KARTANEGARA, NOMORSATUKALTIM — Rencana pembangunan pabrik pakan ikan milik Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) hingga kini masih tertahan akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kukar, Sayid Fathullah menjelaskan, bahwa secara konsep dan perencanaan awal, pembangunan pabrik pakan ikan sudah melalui tahapan kajian dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.
“Nah, sudah ada kajiannya dari pihak Unmul, dan kesimpulannya dari kajian itu sekitar 80 persen bahan baku pakan ikan tersedia di Kukar. Sementara 20 persen sisanya berupa vitamin dan bahan pendukung lain yang masih harus impor,” ujar Sayid Fathullah, Kamis, 29 Januari 2026.
Ia menerangkan, bahwa ketersediaan bahan baku lokal tersebut menjadi dasar kuat pemerintah daerah untuk mendorong pembangunan pabrik pakan ikan sebagai bagian dari upaya menekan biaya produksi pembudidaya ikan.
BACA JUGA: Isu Jual Beli Kios Tangga Arung Square Mencuat, Pemkab Kukar Ancam Tarik Hak Pedagang
BACA JUGA: Sangasanga Jadi Pusat Ekraf Baru, Soekarno Night Digelar Setiap Pekan
Selama ini Kukar sangat bergantung pada pakan pabrikan dengan harga cenderung meningkat.
Namun demikian, Sayid mengakui bahwa rencana tersebut saat ini belum dapat dilanjutkan ke tahap pembangunan fisik karena keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi.
“Sekarang kita masih berproses ke arah pematangan lahan, cuma karena terkena efisiensi anggaran ini, jadi kita tahan dulu,” katanya.
Pemerintah daerah masih menunggu kondisi keuangan yang lebih stabil sebelum dapat melanjutkan pembangunan secara bertahap, terutama untuk pekerjaan fisik yang membutuhkan anggaran cukup besar.
BACA JUGA: Lahan Pertanian di Kukar Diserang Hama, Bantuan dari Pemerintah Terkendala Aturan
BACA JUGA: PDAM Tirta Mahakam Kukar Berpeluang Ekspansi Air Bersih ke IKN
“Kalau ditanya kapan pembangunannya, kita menunggu dari sisi finansial pemerintah dulu supaya stabil, karena saat ini memang belum ada dananya untuk pembangunan fisik,” jelasnya.
Sayid mengungkapkan bahwa sebelumnya telah dilakukan perhitungan awal kebutuhan anggaran, khususnya untuk tahapan awal kegiatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

