Muhammad Faisal Kadis Disperin Samarinda dengan salah satu produk lokal. (Istimewa) Samarinda, DiswayKaltim.com – Pengembangan produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) menghadapi masalah klasik; pemasaran. "Mereka terus berproduksi tapi bingung pemasaran. Makanya pemerintah bantu disini," Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Samarinda, Muhammad Faisal, beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan, salah satu strategi pemasaran yang akan dilakukan adalah dengan pameran. Baik yang digelar oleh Disperin sendiri, maupun berpartisipasi dalam pameran lain. Faisal meenyebut, tahun ini, Disperin akan menggelar dua pameran yang akan memperkenalkan produk IKM Samarinda. Pertama Sarung Festival pada 14-16 Februari mendatang. Dan kedua, Industri Kreatif Samarinda (Intifs) yang direncanakan akan digelar pada Juni 2020. "Di sana kita kenalkan kepada media, kita siapkan booth dan expo dan bikin gelar produk," tambahnya. Selain itu, Disperin juga akan berpartisipasi dalam pameran-pameran lain. Baik secara regional, nasional dan internasional. "Yang lokal, kita akan ikut Kaltim Fair, Kaltim Expo. Nasional nanti ada Inakraft dan Indonesia City Expo. Dan Internasional kalo ada duit," kata Faisal. Selain pameran, strategi pemasaran yang bisa dilakukan disebut Faisal, bisa melalui digital marketing. Karena saat ini, platform belanja online lebih disenangi masyarakat ketimbang belanja secara konvensional. Digital marketing juga dinilai dapat menekan cost pemasaran produk. Seperti tidak perlu menyewa tempat atau kios, memasang etalase, dan desain interior yang mewah. Serta karyawan yang harus terlihat menarik dengan banyak seleksi. "Kita arahin kesitu supaya ruang lingkupnya menjadi besar," sambung Faisal. Ia dan pihaknya pun semakin masif mengadakan sosialisasi dan pelatihan terkait digital marketing. Salah satunya adalah pelatihan foto produk. Bagaimana membuat foto dan teks konten yang baik dan penyebaran melalui media sosial. Disperin juga mendorong produk IKM untuk meningkatkan kualitas produksi sesuai SNI. Faisal menyebut, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan beberapa instansi supaya menggratiskan pendaftaran produk. "Ini yang sering ditangkap orang kalo standar itu membuat ribet dan susah. Padahal standar itu membuat efisien dan efektif," sebut Faisal. Ia berharap, masyarakat dapat memiliki rasa bangga dengan produk Samarinda. Untuk mendukung upaya pengembangan produk-produk lokal. "Karena bagaimanapun kita promosikan, kalau masyarakat nggak bangga, gimana mau dipakai produknya?" tutupnya. (krv/eny)
Pasarkan Produk IKM lewat Pameran
Senin 27-01-2020,23:14 WIB
Reporter : Benny
Editor : Benny
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 07-07-2026,05:05 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 7 Juli 2026, Cek di Sini!
Senin 06-07-2026,22:27 WIB
Manajemen Tokopedia Bantah Boyongan ke Tiongkok, Said Iqbal: TikTok Harus Tanggung Jawab
Senin 06-07-2026,23:08 WIB
Kejati Kaltim Geledah Kantor Disdikbud Kukar, Selidiki Dugaan Penyimpangan Honorarium Guru dan ASN
Senin 06-07-2026,22:06 WIB
Izin Operasional Ponpes Ibadurrahman Dicabut, TRC PPA Kaltim Harap Pendidikan Para Santri Tidak Dikorbankan
Senin 06-07-2026,21:02 WIB
Kesalnya Ibu Korban Kasus Pembunuhan Penjaga Toko Kelontong: Melihat Pelaku Rasanya Mau Cakar!
Terkini
Selasa 07-07-2026,20:47 WIB
Polda Kaltim Sita 10 Botol Cairan Diduga Bahan Dasar Sabu Senilai Rp 3 Miliar di PPU
Selasa 07-07-2026,20:20 WIB
Viral Gara-Gara Nekat Gasak Impact Listrik, Pria di Balikpapan Ini Berhasil Ditangkap Polisi
Selasa 07-07-2026,19:47 WIB
IKA PMII Kukar Minta Pemkab Kreatif Tingkatkan PAD Meski Dihantam Badai Efisiensi Anggaran
Selasa 07-07-2026,19:01 WIB
Tangga Arung Akan Direvitalisasi Jadi Pusat Ekonomi Kreatif
Selasa 07-07-2026,18:01 WIB