Perkembangan-perkembangan lain juga telah memperketat pasar minyak mentah Eropa termasuk penurunan suplai Libya karena protes, gangguan pertama selama berbulan-bulan, dan ekspor Nigeria yang lebih rendah.
Minyak mentah Angola, yang juga menuju ke Eropa tanpa harus melewati Terusan Suez, mengalami permintaan yang lebih tinggi dari RRT dan India karena masalah seputar minyak mentah Iran dan Rusia, sehingga mengurangi pasokan yang bisa masuk ke Eropa.