Jijik, Pekerja Pabrik Bir Kencing ke Dalam Tangki Usai Ribut dengan Rekannya

Sabtu 04-11-2023,18:20 WIB
Editor : Hariyadi

NOMORSATUKALTIM - Seorang pekerja di Tiongkok buang air kecil ke dalam tangki bir di Tsingtao setelah berdebat dengan rekannya.

Dilansir dari BBC, Sabtu (4/11/2023), pekerja tersebut terekam sedang buang air kecil ke dalam tangki yang digunakan untuk menyimpan bahan-bahan untuk membuat salah satu bir paling populer di Tiongkok tersebut.

Kejadian yang disebut berlangsung bulan lalu itu, kemudian viral di media sosial dan memperoleh puluhan juta penayangan.

“Pekerja tersebut telah ditahan,” kata pejabat setempat melalui sebuah laporan resmi.

Pejabat dari kota Pingdu, tempat pabrik tersebut berada, menemukan bahwa pekerja tersebut sedang membantu menurunkan kontainer biji-bijian kering bahan pembuat bir, dari truk pada saat kejadian.

Dalam sebuah pernyataan di halaman resmi kota tersebut, Weibo, mereka mengatakan pekerja tersebut, yang bermarga Cui, berdebat dengan seorang sopir truk mengenai pemindahan kendaraannya.

Cui kemudian naik ke dalam wadah yang baru saja dikosongkan dan buang air kecil ke dalamnya.

Tindakan Cui tertangkap kamera sang pengemudi, yang kemudian memublikasikan videonya di Douyin, TikTok versi Tiongkok.

Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di situs mikroblog Tiongkok, Weibo, Tsingtao mengatakan pekerja tersebut telah ditempatkan di tahanan administratif karena kerusakan properti.

Di Tiongkok, penahanan administratif adalah hukuman yang dapat dijatuhkan oleh polisi, bertindak tanpa pengawasan hukum, dan biasanya melibatkan penahanan antara lima hingga 15 hari dan terkadang disertai dengan peringatan dan denda.

Tsingtao menambahkan, pekerja tersebut bukanlah karyawan langsung tempat pembuatan bir tersebut dan bekerja di perusahaan yang menyediakan layanan outsourcing ke Tsingtao.

Pabrik bir tersebut melanjutkan dengan mengatakan bahwa mereka telah mengadopsi sejumlah langkah untuk memperkuat kontrol kualitas dan meningkatkan pemantauan perilaku karyawan untuk mencegah insiden serupa di masa depan.

Mereka juga berjanji untuk menutup apa yang mereka sebut "celah dalam pengelolaan transportasi bahan mentah", dan mengatakan bahwa kumpulan malt yang terlibat dalam insiden tersebut telah disegel dan tidak akan diproduksi.(*)

 

Kategori :