Agama membawa keharmonisan bagi bangsa. Itulah pesan yang ingin disampaikan dalam kegiatan pengarusutamaan moderasi agama dan wawasan kebangsaan. nomorsatukaltim.com - Giat yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) melalui Seksi Bimas Islam tersebut diikuti sebanyak 20 peserta para pengurus masjid di lima kecamatan, Ketua Majelis Ulama indonesia (MUI) ,dan Ketua Hidayatullah Mahulu. Selain membawa keharmonisan sesama anak bangsa, kegiatan ini bertujuan mewujudkan kehidupan beragama dan berbangsa yang rukun, toleran, serta taat konstitusi, Hal ini disampaikan Ketua Panitia, M Wildan Al-Anshori, Minggu (14/11/2021). Kegiatan ini dinilai penting, karena masyarakat Indonesia sangat religius juga majemuk. Segala kegiatan sehari-hari pun tak lekat dengan kehidupan beragama. Baca juga: Sertifikasi Wawasan Kebangsaan Jangan Memaksa “Nyaris tidak ada satupun urusan sehari-hari yang tidak berkaitan dengan agama itu. Itu mengapa kemerdekaan beragama juga dijamin oleh konstitusi kita," terangnya dikutip dari Harian Disway Kaltim - Disway News Network (DNN). Dia menambahkan, sudah menjadi tugas bersama untuk turut menjaga keseimbangan antara kebebasan beragama dengan berkomitmen kebangsaan. Hal itu untuk menumbuhkan cinta terhadap tanah air. "Masyarakat perlu tahu bahwa moderasi beragama adalah cara kita umat beragama menjaga Indonesia. Kita tentu tidak mengalami nasib seperti saudara-saudara kita di negara yang kehidupan masyarakatnya carut-marut dan bahkan negaranya terancam bubar akibat konflik sosial politik berlatar belakang perbedaan tafsir agama, kita harus belajar dari pengalaman yang ada," jelasnya. Sementara itu, Kepala Kemenag Mahulu, Longginus mengatakan, Menteri Agama sebelumnya, Lukman Hakim Saifuddin, sudah menggaungkan gerakan Kemenag mendorong moderasi beragama dengan gencar. "Jadi kegiatan hari ini (kemarin, Red.) menjadi tindak lanjut dari upaya atau komitmen pemerintah melalui Kementerian Agama," kata Longginus. Pemerintah, lanjut Longginus tidak melihat adanya pertentangan antara kebangsaan dan beragama. Oleh karena itu, moderasi beragama ini justru sebagai upaya meningkatkan dan mengingatkan wawasan kebangsaan, agar dalam beragama saling menoleransi keberagaman yang ada. RDI/ZUL
Wujud Harmonisasi Agama dan Kebangsaan
Senin 15-11-2021,07:30 WIB
Reporter : admin12_diskal
Editor : admin12_diskal
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 23-09-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 23 September 2026, BMKG Terbitkan Peringatan Dini!
Rabu 23-09-2026,10:31 WIB
Penyelam Temukan Banyak Penumpang Terjebak di Kamar KM Virgo Transport 8
Rabu 23-09-2026,11:02 WIB
Kebakaran di Permukiman Padat Balikpapan Tengah, Saksi Dengar Ledakan, Api Langsung Besar
Rabu 23-09-2026,08:00 WIB
Dinkes Kaltim Siagakan 188 Puskesmas Hadapi Kabut Asap Karhutla
Rabu 23-09-2026,07:00 WIB
Kualitas Udara Memburuk, Seluruh Sekolah di Mahulu Kembali Belajar dari Rumah
Terkini
Rabu 23-09-2026,22:40 WIB
Istri Jurnalis Hilang di Selat Sunda Berharap Pencarian Dilakukan Usai Jenazah ABK Ditemukan
Rabu 23-09-2026,22:00 WIB
Update Klasemen Medali Asian Games 2026: Belum Raih Emas, Indonesia Peringkat ke-23
Rabu 23-09-2026,21:31 WIB
Kemarau Melanda, Warga Kaliorang Kutim Rogoh Rp1 Juta Sebulan untuk Beli Air
Rabu 23-09-2026,21:00 WIB
Hadir Sebagai Narasumber, DPMD Kukar Kenalkan Karier di Pemerintahan kepada Mahasiswa
Rabu 23-09-2026,20:30 WIB