Bankaltimtara

Mengetik Terlalu Lama Bisa Timbulkan Masalah Pada Persendian hingga Saraf

Mengetik Terlalu Lama Bisa Timbulkan Masalah Pada Persendian hingga Saraf

Ilustrasi mengetik.-Stock Photo-

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM- Mengetik dan berinteraksi dengan layar perangkat elektronik dalam waktu lama bisa memicu masalah yang berkenaan dengan persendian, saraf, dan tendon.

Mengutip Antara yang melansir Hindustan Times, Sabtu, 13 Juni 2026, Dr. Abhishek Barli, ahli bedah penggantian sendi robotik, trauma, dan artroskopi di Rumah Sakit Yashoda di Hyderabad mengatakan, melakukan gerakan berulang seperti mengklik mouse atau mengetik dalam waktu lama dapat memicu cedera yang disebut Repetitive Strain Injury (RIS).

Dr. Barli menyampaikan, bahwa masalah itu sekarang semakin umum terjadi di kalangan pekerja kantoran, mahasiswa, profesional teknologi informasi, dan bahkan remaja.

Dia menyarankan individu yang sehari-hari menghabiskan banyak waktu untuk mengetik dan berinteraksi dengan layar perangkat agar waspada jika mengalami gejala seperti kesemutan, mati rasa di jari, dan nyeri ibu jari.

BACA JUGA: Perang Gaya Hidup di Media Sosial, Frugal Living vs Flexing

Gejala lain yang perlu diwaspadai yakni ketidaknyamanan pergelangan tangan, kelelahan tangan, penurunan kekuatan genggaman, dan sensasi terbakar di lengan bawah.

Awalnya, gejala-gejala itu hanya ringan, namun selanjutnya bisa memburuk. "Beberapa melaporkan jari-jari mereka terkunci atau berbunyi klik," katanya.

Kalau gejala-gejala itu menetap, maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Dr. Barli menyarankan beberapa tindakan pencegahan bagi mereka yang sehari-hari harus menggunakan perangkat dalam waktu lama.

BACA JUGA: Cara Bertahap Lebih Ampuh untuk Tinggalkan Kebiasaan Merokok, Hasil Penelitian University of Oxford

Salah satunya posisi keyboard dan mouse sebaiknya dijaga setinggi siku. Selain itu penting untuk mengistirahatkan tangan sejenak dari gerakan setiap 45–60 menit, meregangkan jari dan pergelangan tangan, serta memperbaiki postur tubuh secara keseluruhan.

Dia mengatakan, bahwa kelelahan dan cedera tangan karena terlalu banyak melakukan gerakan berulang dalam banyak kasus dapat dipulihkan kalau dideteksi dan ditangani sejak dini.

Namun, ada pula gangguan yang tetap berlanjut walaupun sudah menjalani perawatan. "Bahkan setelah perawatan, carpal tunnel syndrome dapat menyebabkan mati rasa, kelemahan, kehilangan ketangkasan, dan penurunan kekuatan genggaman," kata Dr. Barli.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: antara