PASER, nomorsatukaltim.com - Luas wilayah Kabupaten Paser sekira 11.606 kilometer persegi, terdiri dari 10 kecamatan. Dengan jumlah penduduk 281.006 jiwa, banyak volume sampah yang dihasilkan, khususnya limbah rumah tangga. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser mencatat dalam sehari sebanyak 140 ton sampah setiap harinya. Kecamatan Tanah Grogot menjadi daerah penyumbang produksi sampah setiap harinya, yakni 36 ton dari jumlah penduduk 72.784 jiwa. "Kemudian diikuti Kecamatan Long Ikis dengan volume 20 ton per hari," kata Sekretaris DLH Kabupaten Paser, Harjana, Kamis (11/11/2021), dikutip dari Harian Disway Kaltim - Disway News Network (DNN). Baca juga: Pemkot Balikpapan Perlu Optimalkan ‘Pajak’ Sampah Diketahui, untuk wilayah di luar Kecamatan Tanah Grogot, Kuaro, Long Ikis dan Long Kali, setiap harinya sampah di distribusikan ke Tanah Grogot ke tempat pemrosesan akhir (TPA) di kilometer 7 Desa Janju. Terlepas dari volume sampah yang dihasilkan setiap harinya, kini jumlah tempat pembuangan sementara (TPS) sampah untuk di Kecamatan Tanah Grogot mulai berkurang. Dari sebelumnya 140 titik telah berkurang sekira 50 persen. Dikatakan Harjana, Hal ini pertanda baik, karena warga di lingkungan RT telah melaksanakan pengelolaan sampah berbasis swadaya masyarakat. Seperti TPS yang baru-baru dihancurkan di Jalan Padat Karya dihancurkan. "Biasanya TPS yang depan rumah. Namun lebih dulu diusulkan oleh warga melalui RT. Memenuhi prosedur, maka dihancurkan dan disaksikan warga," sebut Harjana. Keinginan warga yang menginginkan TPS dihancurkan, karena mengeluhkan aroma tak sedap. Ia menyebutkan, beberapa ruas protokol telah ditiadakan bak sampah permanen. Di antaranya Jalan Jenderal Sudirman, Anden Oko, serta Ahmad Yani. "Dalam waktu dekat ini menyasar TPS di Jalan Sultan Hasanuddin. Kemungkinan besar sudah tidak ada lagi nantinya," ungkapnya. Berkurangnya TPS di Tanah Grogot, tentunya sangat membantu petugas pengangkutan. Karena lebih mobile bergerak menyasar bak sampah di kecamatan lain. Lebih lanjut, pengelolaan sampah berbasis swadaya sangat membantu mengurangi keberadaan TPS. Diketahui daerah maju justru mengurangi TPS. Melainkan lebih memanfaatkan TPS reduce, reuse, recycle (3R). Dikarenakan membantu mengurangi sampah plastik yang terus menumpuk tiap harinya. Berbeda dengan sampah organik yang mudah dilebur. Jadi sampah yang dibuang, lebih dulu telah dipilah. "Jadi sampah yang dibuang ini betul-betul sudah tak dapat dimanfaatkan. Jika masih bisa diolah (daur ulang) dapat dibawa ke bank sampah," pungkas Harjana. ASA/ZUL
Paser Sumbang 140 Ton Sampah Sehari
Jumat 12-11-2021,08:00 WIB
Reporter : admin12_diskal
Editor : admin12_diskal
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 28-07-2026,06:04 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 28 Juli 2026, Cek di Sini!
Selasa 28-07-2026,10:00 WIB
Siapkan Hibah Rp 15 Milyar, Pemkab Kukar Matangkan Persiapan Erau 2026
Selasa 28-07-2026,07:00 WIB
John Herdman Puji Debut Mitchell Baker, Timnas Indonesia Bantai Kamboja 5-1
Selasa 28-07-2026,08:32 WIB
DPRD Kukar Kembali Gagal Gelar Rapat Paripurna, Ahmad Yani Ancam Surati Fraksi yang Absen
Selasa 28-07-2026,08:01 WIB
Pemkab Mahulu Perjuangkan Kejelasan Status Tenaga Honorer ke Pusat
Terkini
Selasa 28-07-2026,22:41 WIB
Petakan Kondisi Perusahaan, Apindo: Langkah Preventif Penting untuk Kurangi Potensi PHK
Selasa 28-07-2026,22:10 WIB
Pemkab Mahulu Resmi Buka Pusdiklat Paskibra 2026, Bupati Harap Semua Proses Berjalan Lancar
Selasa 28-07-2026,21:36 WIB
Di Tengah Tekanan Fiskal, Wamendagri Minta Kepala Daerah Tak Memecat PPPK
Selasa 28-07-2026,21:01 WIB
Bupati Kukar Sayangkan Fraksi PDIP Walk Out Saat Penyampaian KUA-PPAS 2027
Selasa 28-07-2026,20:30 WIB