Wahyu Widhi Heranata. (Mubin/DiswayKaltim) Samarinda, DiswayKaltim.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membuat terobosan di Kaltim. Lahan eks tambang akan dikelola khusus. Didesain menjadi areal agrowisata dan hutan kota. Pelaksanaannya, KLHK menggandeng Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Ada dua lokasi yang dipilih. Semuanya di Samarinda. Lahan bekas tambang PT Lanna Harita Indonesia (LHI). Berlokasi di Makroman. Luasnya 10 hektare. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Samarinda. Lokasi lubang bekas tambang PT LHI digunakan untuk pertanian. Setelah dipulihkan, lahan bekas tambang tersebut menjadi area sentral sosial, ekonomi industri atau agrowisata. Kemudian eks tambang PT Insani Bara Perkasa (IBP). Berlokasi di Kecamatan Palaran. Luasnya 10 hektare. Merujuk RTRW Kota Tepian, lahan ini akan dimanfaatkan untuk area hutan kota. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Wahyu Widhi Heranata mengatakan, program tersebut akan segera direalisasikan. Sekarang sudah masuk tahap desain. “Yang pasti, semua dana untuk program ini dari perusahaan. Bukan dari pemerintah. Kita tidak keluarkan dana,” ungkap Wahyu kepada diswaykaltim.com, Rabu (9/10/2019), di kantornya yang terletak di Jalan MT Haryono Samarinda. Tahap awal, lubang tambang akan dipulihkan. Menggunakan alat teknologi dari PT Kaltim Prima Coal. Program ini sebagai percontohan pemulihan lahan eks tambang. “Kita sarankan diperluas ke lahan bekas tambang yang lain. Supaya semuanya bisa termanfaatkan. Untuk kepentingan masyarakat,” katanya. Dari desain yang diterima media ini, lahan eks tambang tersebut akan dimanfaatkan untuk menciptakan ekonomi alternatif bagi masyarakat setempat. Seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan ekowisata. Ada pula untuk hutan kota, perkebunan, dan ruang terbuka hijau. KLHK mengambil contoh dari beberapa daerah. Seperti lahan bekas tambang batu gamping di Wonosari. Yang dimanfaatkan untuk pasar ekologis. Bekas tambang timah di Belitung diubah menjadi agroeduwisata. Dan bekas tambang emas di Dharmasraya Sumatera Barat. Dikelola sebagai ecogreen wisata. Contoh lain, bekas tambang batu di Bengkulu Tengah, Bengkulu. Dimanfaatkan untuk wisata minat khusus. Eks tambang pasir di Malang dan Buton telah diubah menjadi agroedutourism dan taman kota. Serta bekas tambang batu dan pasir di Kuningan Jawa Barat. Kini telah dimanfaatkan sebagai kawasan wisata. (qn/eny)
Lahan Bekas Tambang Disulap Jadi Agrowisata dan Hutan Kota
Rabu 09-10-2019,18:26 WIB
Reporter : Benny
Editor : Benny
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 21-02-2026,10:30 WIB
Jalan Utama 3 Kampung di Jempang Kubar Rusak, Warga Desak Perbaikan Permanen
Sabtu 21-02-2026,14:16 WIB
Perusahaan Sepakat Perbaiki Jalan Bentian Besar Kutai Barat
Sabtu 21-02-2026,10:00 WIB
MotoGP Australia Resmi Hijrah ke Sirkuit Jalanan, Philip Island Dicoret Mulai 2027
Sabtu 21-02-2026,15:01 WIB
Pemkab Paser Mulai Terapkan Manajemen Talenta untuk Mengisi 3 Jabatan Eselon II
Sabtu 21-02-2026,11:00 WIB
Harga Emas Hari Ini, 21 Februari 2026: Antam Rp3 Juta per Gram, UBS dan Galeri24 Meroket
Terkini
Minggu 22-02-2026,07:39 WIB
Selalu Diserbu Warga, Sosis Solo Tetap jadi Menu Favorit di Pasar Ramadan Ruko Bandar Kota Balikpapan
Minggu 22-02-2026,06:53 WIB
Fasilitas Penunjang Terbatas jadi Tantangan Utama Dalam Pembinaan dan Peningkatan Prestasi Atlet di Berau
Minggu 22-02-2026,06:28 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 22 Februari 2026, Mayoritas Darah Diselimuti Awan Sepanjang Hari
Sabtu 21-02-2026,22:35 WIB
Kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade, Ekspor Tekstil RI ke AS Kini Nol Persen
Sabtu 21-02-2026,21:54 WIB