Pelukis Sohor Asal Indonesia di Inggris

Rabu 12-08-2020,09:26 WIB
Reporter : Y Samuel Laurens
Editor : Y Samuel Laurens

Di rumah Tarie yang bergaya victorian itu juga terdapat lukisan Presiden Jokowi. Lukisan itu yang pernah dipamerkan di Art Society di Perpustakaan Great Yarmouth. “Saya juga ingin menyerahkan lukisan kepada Presiden Jokowi,” ujar Tarie.

Pada awal menetap di Inggris, Tarie mengajar anak-anak melukis dan menari seperti tari-tarian dari berbagai daerah di kalangan anak-anak sekolah dasar.

Selain mengajar bahasa Indonesia, Tarie mengajarkan ilmu pengetahuan tentang budaya di Indonesia serta dasar negara dan kekayaan yang dimiliki Indonesia. Juga permainan serta alat musik seperti angklung dan kerajinan di mana anak-anak diajak membuat prakarya.

Dia pun mengajarkan kehidupan di Bali melalui musik, tari, dan cerita tradisional seperti si kancil dan buaya. Tarie juga mempromosikan busana tradisional berbagai daerah melalui perangko yang menggambarkan busana pengantin daerah serta alat musik angklung. Di mana anak-anak bisa memainkannya. Kiprah Tarie dalam mempromosikan Indonesia menjadi perhatian media Inggris.

Banyak tulisan mengenai kegiatan Tarie dalam mempromosikan Indonesia di Inggris. “Sayang, saya tidak terlalu populer di kalangan teman-teman dari Indonesia. Karena saya memang sibuk dalam berbagai kegiatan relawan,” tuturnya. Selain melukis, Tarie pun memperkenalkan kuliner Indonesia.

Putri bungsu dari tujuh bersaudara dari keluarga veteran itu mendapat jiwa seni dari kedua orang dan paman yang berprofesi sebagai pelukis kaca yang cukup dikenal. Kakak perempuan Tarie pun menjadi seorang pelukis.

“Saya belajar melukis. Sementara kakak saya sudah bisa melukis dari sananya,” ujar Tarie yang akhirnya juga mengajar melukis di perguruan tinggi di Inggris.

Lukisan Tarie yang menggunakan cat air, cat minyak, pastel, dan lukisan hitam putih atau lukisan dari arang dihargai paling murah 150 poundsterling (Rp 3 juta) dan paling mahal 700 poundsterling (Rp 14 juta).

Pameran promosi Indonesia yang diadakan Tarie pada 2014 disiarkan oleh televisi BBC News. Dia juga pernah diwawancara radio Norfolk BBC Great Yarmoth.

Sejak tinggal di Inggris, Tarie kerap melukis suasana unik pedesaan dan Broadland Norfolk dengan objek perahu, margasatwa, pabrik pedesaan, gereja, serta suasana pantai.

Pengurus Gt Yarmouth and District Society of Artists menilai Tarie menjadi anggota komite yang sangat disegani dan dikagumi. Sehingga tidak heran bila dia menerima Chairman’s Award sebagai artis yang membuat banyak kemajuan.

Tarie berharap lukisannya bisa menghiasi galeri di gedung KBRI London. Dengan karyanya yang menggambarkan kehidupan masyarakat di Pulau Dewata yang cukup dikenal di kalangan masyarakat Inggris. (an/qn)

Tags :
Kategori :

Terkait