Bankaltimtara

Pakar Sebut Obesitas bukan Hanya Soal Bentuk Badan tapi Penyakit Berisiko

Pakar Sebut Obesitas bukan Hanya Soal Bentuk Badan tapi Penyakit Berisiko

Ilustrasi obesitas.-istimewa-

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Obesitas bukan sekadar soal berat badan, namun penyakit yang dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.

Demikian diungkapkan Ketua Himpunan Studi Obesitas Indonesia (Hisobi), Prof. Dante Saksono Harbuwono dilansir dari Antara, Minggu, 5 Juli 2026.

“Obesitas bukan lagi soal berat badan yang mempengaruhi bentuk badan (body shaping) yang bikin kita malu, enggak gitu, tapi obesitas adalah penyakit karena dengan obesitas kita bisa kena penyakit jantung bahkan risiko kanker,” ujar Prof. Dante.

Berdasarkan Human Genome Project, katanya, di mana proyek untuk mengevaluasi gen di populasi dunia, termasuk gen obesitas itu memang sudah terpola sebagai pola tertentu.

BACA JUGA: Penelitian Ungkap Pengaruh Nikotin pada Kemampuan Berpikir di Otak, Jangan Terkejut!

Hal itu yang membuat ada individu yang merasa mudah mengalami kenaikan berat badan. “Jadi ada orang yang punya pendapat 'ah saya minum air saja sudah gemuk', ‘padahal saya sudah jaga-jaga makan tetap saja saya gemuk'. Nah, itu orang-orang yang menyandang gen obesitas,” tutur dia.

Prof. Dante menekankan, bahwa kondisi tersebut butuh pendekatan khusus, seperti perbaikan pola makan yang setidaknya berpotensi menurunkan berat badan sekitar 5 persen.

Jika perubahan itu dibarengi dengan olahraga dan gaya hidup sehat itu penurunannya dapat mencapai 5-10 persen.

Lalu, jika dengan operasi ususnya mesti dipotong, penyerapan makanan jadi sedikit, penurunannya akan turun 25-30 persen.

BACA JUGA: Sering Ngiler Saat Tidur? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Menurut Ahli

“Kan ada gap tuh tadi, di situlah tempatnya obat untuk menurunkan berat badan. Kalau dia menggunakan obat khusus, gen-nya tadi yang sudah terpola itu akan mengalami proses yang namanya epigenetic gene process, ini proses pembelajaran gen yang sudah terpola dalam tubuh seseorang sehingga dia akan berubah sifatnya. Itu kalau pakai obat bisa turun hingga 20 persen,” terang dia.

Dia menjelaskan, dengan obat resep dokter seperti tirzepatide mempunyai 2 efek dalam incretin hormone yang diproduksi oleh sel usus, yaitu sel yang diproduksi oleh sel K yang namanya GIP dan oleh sel L yang namanya GLP-1.

Maka, supra-fisiologis dinaikkan di atas batas normal sehingga mempunyai efek menurunkan berat badan, profil lipid hingga gula darahnya membaik.

“Karena itulah maka obesitas adalah penyakit, yang mesti dikelola dengan baik,” imbuh Prof. Dante.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: antara