BI Balikpapan: QRIS Tak Sekadar Cashless, tapi Mampu Tingkatkan PAD
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan, Robi Ariadi.-(Disway Kaltim/ Salsabila)-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Transformasi transaksi digital melalui QRIS mulai dipandang bukan sekadar perubahan cara bayar, tetapi juga menjadi instrumen efisiensi ekonomi di daerah.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan menilai penggunaan QRIS mampu memangkas biaya operasional hingga meningkatkan penerimaan daerah secara signifikan.
Isu efisiensi itu mengemuka saat BI Balikpapan menjelaskan dampak penerapan QRIS di sektor parkir.
Dalam simulasi pengelolaan parkir konvensional, satu kawasan sebelumnya bisa mempekerjakan 5 hingga 10 juru parkir. Namun setelah sistem pembayaran digital diterapkan, kebutuhan tenaga kerja disebut berkurang.
BACA JUGA: Rupiah Diguncang Capital Outflow, Menkeu Purbaya Aktifkan Skema Bond Stabilization Fund
BACA JUGA: Pembatasan Outsourcing Dinilai Percuma Jika Pengawasan di Daerah Lemah
"Kalau bicara parameter pasti, ya pasti hemat. Contohnya di kawasan parkir yang menggunakan QRIS, kebutuhan tenaga kerjanya tidak sebanyak sebelumnya," ujar Robi Ariadi, Kepala BI Balikpapan saat diwawancara, Kamis (7/5/2026).
Ia mengungkapkan, bahwa efisiensi tersebut tidak hanya berdampak pada pengurangan biaya operasional, namun juga meningkatkan akurasi dan transparansi pendapatan. Bahkan, pendapatan kawasan parkir berbasis QRIS diklaim melonjak hampir 400 persen dibanding sistem manual.
"Ketika kita mengembangkan satu kawasan parkir itu naik hampir 400 persen pendapatannya. Itu fakta. Artinya bicara efisiensi sekaligus peningkatan PAD," tuturnya.
Pernyataan tersebut pun muncul saat BI ditanya apakah penggunaan QRIS dan sistem digitalisasi transaksi sudah benar-benar menghasilkan penghematan negara atau masih sebatas tahap kampanye edukasi pembayaran non-tunai.
BACA JUGA: Bulog Serap 10.600 Ton Gabah Petani Paser dan PPU hingga April 2026
BACA JUGA: Konsumsi Listrik Kaltim Naik Signifikan 5 Tahun Terakhir, Capai 1.679 kWh
BI mengatakan, dampak efisiensi mulai terlihat karena digitalisasi transaksi mampu mengurangi kebocoran penerimaan dan mempercepat sistem pencatatan keuangan daerah.
Di Balikpapan sendiri, penggunaan QRIS disebut tumbuh sangat cepat. Pada 2025, target transaksi QRIS hanya sekitar 30 juta transaksi, namun realisasinya mencapai 64 juta transaksi. Tahun ini target kembali dinaikkan menjadi 83 juta transaksi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
