Bankaltimtara

Tidur Berlebihan dalam Islam: Racun bagi Tubuh dan Jiwa

 Tidur Berlebihan dalam Islam: Racun bagi Tubuh dan Jiwa

Ilustrasi tidur.-freepik-

SAMARINDA, NOMORATUKALTIM - Tidur adalah salah satu anugerah dari Allah untuk merelaksasikan tubuh dan pikiran. 

Tidur juga sering kita anggap hanya sebagai kegiatan rutin untuk melepas lelah. 

Padahal, jika direnungkan lebih dalam, tidur adalah salah satu bentuk rahmat dan istirahat alami yang Allah ciptakan khusus untuk manusia.   

Saat tubuh terlelap, Allah memberi kesempatan bagi kita untuk benar-benar berhenti dari aktivitas dunia, memulihkan tenaga, dan menata kembali keseimbangan fisik maupun mental. 

Tanpa kita sadari, di saat tidur itulah tubuh diperbaiki, pikiran ditenangkan, dan energi dipulihkan agar kita siap menjalani hari berikutnya.   

Hal ini ditegaskan dengan indah dalam Al-Qur’an, Surat An-Naba’ ayat 9: 

"Kami menjadikan tidurmu untuk beristirahat.” (QS. An-Naba’: 9) 

BACA JUGA:Ini Alasan Kenapa Derajat Orang yang Berilmu Lebih Tinggi dalam Islam

Dikutip nu online, menurut Syekh Ibnu ‘Asyur dalam kitab Tafsir At-Tahrir wat Tanwir mengatakan ayat tersebut mengandung bentuk karunia dan nikmat besar (imtinan) dari Allah kepada manusia. 

Allah menghadiahkan sistem tidur kepada manusia agar mereka bisa beristirahat dari lelahnya aktivitas dan kerja keras yang dilakukan sepanjang siang hari. 

Tanpa kita sadari, tidur bukanlah sesuatu yang sepenuhnya berada di bawah kendali kita. 

Allah menjadikan rasa kantuk dan tidur terjadi secara alami, bahkan “memaksa” manusia untuk berhenti dari segala aktivitasnya. 

BACA JUGA: Sakiti Hewan Secara Sengaja Menurut Pandangan Ulama Islam: Haram, Wajib Ganti Rugi

Ini adalah cara Allah memberikan waktu istirahat bagi sistem saraf yang berpusat di otak, yang setiap hari bekerja tanpa henti.   

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: