Ini Alasan Kenapa Derajat Orang yang Berilmu Lebih Tinggi dalam Islam
Islam meninggikan derajat orang yang berilmu.-istimewa-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Orang berilmu memiliki posisi yang sangat mulia dalam Islam. Sebagaimana firman Allah dalam Alquran surat Al-Mujadalah ayat 11.
"Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu 'Berilah kelapangan di majelis-majelis,' lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, 'Berdirilah,' (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Disebutkan kalau orang yang meluangkan waktu untuk memperoleh ilmu pengetahuan akan diangkat derajatnya. Sehingga wajar, ayat ini sering dikutip dalam pesan-pesan keutamaan mencari ilmu.
Syekh Wahbah menjelaskan ayat di atas bahwa kompensasi bagi orang yang beriman sekaligus seeker knowledge (orang yang cari ilmu) adalah dijanjikan naik derajatnya, baik di dunia maupun di akhirat, dengan memberikan anugerah sesuai porsi keilmuan yang mereka pelajari. (Wahbah Zuhaili, Tafsir Al-Munir, [Beirut, Darul Fikr: 1985], juz 28, halaman 41).
Berdasarkan hal ini, menarik untuk ditelisik mengapa golongan pencari ilmu memiliki posisi yang spesial di sisi Allah.
BACA JUGA: Sakiti Hewan Secara Sengaja Menurut Pandangan Ulama Islam: Haram, Wajib Ganti Rugi
Imam Fakhruddin Ar-Razi menjelaskan secara rinci alasan diangkatnya derajat orang berilmu (Tafsir Mafatihul Ghaib, [Beirut: Darul Ihya’, 1999], jilid 29, halaman 494
Pertama, orang yang berilmu memahami cara dan langkah dalam menghindari perkara haram dan syubhat yang tidak diketahui orang lain.
Tidak sedikit orang awam yang masih terjebak atau bahkan terpaksa melakukan perkara syubhat sampai haram.
BACA JUGA: Mulailah Memberi Apresiasi, karena Itu Ajaran Islam dan Ciptakan Lingkungan Kerja yang Baik
Kedua, orang berilmu memahami metode untuk fokus (khusyuk) serta merendahkan diri dalam beribadah yang mana tidak diketahui orang lain. Jamak diketahui bahwa dalam melakukan ibadah-ibadah tertentu, tidak jarang terbesit dalam hati rasa sombong dan merasa lebih baik.
Orang berilmu tidak melakukan ini, sehingga posisinya sangat spesial.
Ketiga, orang berilmu tahu bagaimana harus bertobat, kapan waktunya serta karakternya, yang tidak dipahami orang lain. Tentu, manusia adalah tempatnya salah. Namun tidak semua orang mampu atau berkenan untuk bertaubat.
Keempat, orang berilmu mampu menjaga dirinya dalam persoalan hak-hak yang wajib, yang mana tidak dimiliki oleh orang lain.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
