Buku Sejarah Islam Kaltim Diluncurkan, Ungkap Jejak Peradaban Sejak Abad ke-16
Peluncuran dan diskusi buku berjudul "Sejarah Islam di Kalimantan Timur: Empat Setengah Abad Jaringan Dakwah, Ulama, dan Peradaban dari Kerajaan hingga Republik".-(Disway Kaltim/ Ari)-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Peluncuran buku "Sejarah Islam di Kalimantan Timur: Empat Setengah Abad Jaringan Dakwah, Ulama, dan Peradaban dari Kerajaan hingga Republik" menjadi momentum penting untuk memperkaya literasi sejarah daerah.
Buku ini sekaligus memperkuat pemahaman generasi muda terhadap jejak panjang perkembangan Islam di Kaltim.
Kegiatan yang dihadiri akademisi, tokoh agama, dan mahasiswa ini membedah perjalanan Islam sejak abad ke-16 hingga masa kemerdekaan Indonesia. Buku ini menyoroti dinamika dakwah, peran ulama, serta interaksi dengan budaya lokal di Kalimantan Timur (Kaltim).
“Ini menjadi bagian yang sangat penting untuk memberikan narasi sejarah, mulai dari masuknya Islam pada abad ke-16 hingga kemerdekaan Indonesia,” ujar Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) sekaligus Ketua ICMI Kaltim, Prof Abdunnur, Kamis 2 April 2026.
BACA JUGA: Disdikbud Paser Atasi Keterbatasan Buku Sekolah Lewat Perpustakaan Digital
Buku ini disusun dalam 8 bab yang memuat kajian komprehensif tentang penyebaran ajaran Islam di Kaltim, termasuk organisasi keagamaan dan tokoh ulama yang berpengaruh dalam sejarah daerah.
“Dalam delapan bab ini kita berikan deskripsi kajian mulai dari penyebaran ajaran Islam di Kaltim, mulai dari organisasinya hingga para tokoh ulamanya,” lanjutnya.
Menurut Prof Abdunnur, buku ini juga menjelaskan bagaimana Islam dapat beradaptasi dengan adat istiadat lokal, sehingga tercipta harmoni dalam kehidupan masyarakat dengan berbagai dinamika sosial budaya di Kaltim.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya, dan di era sekarang ini buku ini menjadi bekal untuk penguatan kebangsaan,” tegasnya.
BACA JUGA: Jaga Kelestarian Adat, Lembaga Adat Ujoh Bilang Mahulu Godok Buku Adat Khusus
BACA JUGA: Dispusip Berau Harap Buku Braille Kembali Disalurkan Pemerintah Pusat
Ia menambahkan, terbatasnya literatur sejarah Kaltim yang terdokumentasi menjadi latar belakang penting penyusunan buku ini. Diharapkan buku ini menjadi titik awal lahirnya karya sejarah lainnya.
“Tidak banyak sejarah di Kaltim yang dapat terbukukan untuk referensi nasional maupun global, semoga buku ini menjadi starting point,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
