Dishub Samarinda Target Operasikan Bus Kota di 2027, Tarif Super Murah untuk Pelajar
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu.-(Disway Kaltim/ Ari)-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memasang target untuk memiliki moda transportasi massal pada 2027. Transportasi publik jenis bus kota tersebut bakal melayani masyarakat dengan tarif super murah, mulai Rp1.000 untuk pelajar.
Program transportasi publik ini tengah dimatangkan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, termasuk konsep teknis, rute, hingga skema pembiayaan dengan dukungan pemerintah pusat.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menegaskan bahwa penyediaan transportasi publik merupakan kewajiban pemerintah dan menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
“Setiap daerah memiliki kewajiban menyediakan angkutan umum, karena itu menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi yang selama ini mendominasi penggunaan bahan bakar,” ujarnya, Rabu 8 April 2026.
BACA JUGA: Kasatlantas Polres Samarinda Dukung Kehadiran Transportasi Massal, Efektif Kurangi Kemacetan
BACA JUGA: Dishub Samarinda Buat Raperda Transportasi, Pemilik Usaha dan Kendaraan Wajib Tahu Isinya
Ia menyebut dominasi kendaraan pribadi berdampak pada tingginya konsumsi bahan bakar dan beban subsidi pemerintah.
“Ketika masyarakat beralih menggunakan angkutan umum, maka konsumsi bahan bakar akan jauh lebih efisien dan beban subsidi juga bisa ditekan,” katanya.
Dishub Samarinda telah menyiapkan konsep transportasi massal yang mencakup jalur operasional, jumlah armada, serta sistem tarif terintegrasi untuk memudahkan mobilitas warga.
“Konsepnya kami menggunakan skema buy the service, sehingga pemerintah tidak membeli armada, melainkan membeli layanan dari operator, yang dinilai lebih efisien dari sisi pembiayaan,” jelasnya.
BACA JUGA: Dishub Balikpapan Siapkan Penyisihan Armada Menuju Sistem Transportasi Baru 2026
BACA JUGA: Dishub Balikpapan Bikin Rencana Induk Transportasi, Jumlah Angkutan Online Bakal Diatur
Namun, keterbatasan APBD menjadi tantangan sehingga diperlukan dukungan dari pemerintah pusat.
“Tahun 2026 ini kami masih terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Bappenas, mudah-mudahan Samarinda bisa mendapatkan dukungan sehingga pada 2027 angkutan umum ini sudah bisa tersedia,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
