Bankaltimtara

Beruang Madu Muncul di Desa Marah Haloq, Warga Diminta Hindari Area Rawan

Beruang Madu Muncul di Desa Marah Haloq, Warga Diminta Hindari Area Rawan

Beruang madu yang muncul di pemukiman warga di Desa Marah Haloq, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.-(Foto/ Istimewa)-

KUTIM, NOMORSATUKALTIM - Kemunculan beruang madu di kawasan permukiman Desa Marah Haloq, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memicu keresahan warga. 

Intensitas kemunculan satwa liar tersebut dilaporkan meningkat dalam beberapa hari terakhir, bahkan mendekati rumah warga.

Fenomena kemunculan beruang ini bukan terjadi secara tiba-tiba. Berdasarkan informasi dari pemerintah desa, satwa tersebut pertama kali terlihat menjelang Ramadan 2026 di sekitar Sungai Liu.

Setelah itu, beruang sempat menghilang selama dua hingga tiga minggu. Namun usai Lebaran, kemunculannya kembali terjadi dan justru semakin sering terlihat di sekitar permukiman warga.

BACA JUGA: Polres Kutim Minta Masyarakat Ikut menjaga Kelestarian Satwa di TNK

BACA JUGA: DPRD Kutim Minta Dampak Aktivitas Pertambangan Diperhatikan untuk Menjaga Habitat Satwa Liar

Dalam beberapa hari terakhir, warga melaporkan bahwa beruang tersebut hampir setiap hari muncul dan berpindah-pindah lokasi. Mulai dari RT 5 ke RT 4 hingga kini terlihat di RT 1.

Kepala Desa Marah Haloq, Gusti Mandala, mengungkapkan bahwa awalnya hanya terlihat satu ekor beruang berukuran kecil. Namun kini diduga terdapat dua ekor, termasuk induknya.

“Awalnya satu ekor kecil saja, tapi sekarang kemungkinan sudah sama mamanya (induknya). Yang besar itu bisa sampai 60–70 kilo,” katanya, pada Jumat, 3 April 2026.

Ia juga menyebut warga sempat mencoba mengusir beruang tersebut dengan cara sederhana. Namun upaya itu hanya berhasil sementara sebelum satwa tersebut kembali muncul.

BACA JUGA: Penemuan Bangkai Penyu di Pulau Derawan Jadi Alarm Lemahnya Perlindungan Satwa Ikon Wisata Berau

BACA JUGA: Deforestasi Hutan Kaltim Picu Konflik Manusia - Satwa Liar, Mau Sampai Kapan?

“Kita sempat usir pakai cara biasa, sempat hilang dua sampai tiga minggu. Habis Lebaran ini muncul lagi, malah beberapa hari ini hampir tiap hari kelihatan,” paparnya.

Melihat kondisi tersebut, pihak desa akhirnya memilih berkoordinasi dengan aparat kepolisian serta instansi terkait untuk penanganan yang lebih aman dan terukur.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: