Bankaltimtara

Minim Lifeguard di Wisata Pesisir Berau, Dua Insiden Saat Libur Lebaran jadi Catatan Disbudpar Berau

Minim Lifeguard di Wisata Pesisir Berau, Dua Insiden Saat Libur Lebaran jadi Catatan Disbudpar Berau

Salah satu destinasi wisata Berau, Pulau Derawan.-Dok/Disway Kaltim -

BERAU, NOMORSATUKALTIM - Rentetan insiden di tempat wisata di Berau selama libur lebaran harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemkab Berau pun melakukan evaluasi demi mencegah kejadian serupa terulang. 

Diketahui, dalam beberapa hari terakhir seorang pengunjung lanjut usia dilaporkan mengalami serangan jantung saat berada di lokasi wisata

Dalam kejadian terpisah, seorang anak berusia 9 tahun harus dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah tertimpa kayu gelondongan di kawasan Lamin Guntur, Selasa (24/3/2026) lalu.

Menanggapi insiden tersebut, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah, mengatakan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi, terutama terkait pengawasan dan kesiapan penanganan darurat di lapangan.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini belum ada petugas penjaga pantai (lifeguard) yang disiagakan secara khusus di kawasan wisata pesisir.

“Memang belum ada lifeguard yang ditempatkan secara khusus. Selama ini pengawasan lebih banyak dilakukan oleh pengelola wisata maupun pemilik homestay di sekitar lokasi,” ujar Samsiah, Jumat 27 Maret 2026.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi tantangan saat jumlah pengunjung meningkat signifikan, seperti pada momen libur keagamaan. Kepadatan pengunjung dinilai membuat pengawasan tidak dapat dilakukan secara menyeluruh.

Sebagai langkah antisipasi, Samsiah mengaku pihaknya bersama instansi terkait menyiapkan posko terpadu di sejumlah titik wisata yang mengalami lonjakan kunjungan.  

Posko tersebut turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas hingga Palang Merah Indonesia (PMI), untuk mempercepat penanganan jika terjadi keadaan darurat.

“Kami menempatkan tim gabungan di beberapa lokasi strategis. Mereka sudah disiagakan untuk merespons keadaan darurat selama periode libur,” jelasnya.

Selain itu, peran pemerintah kampung juga dinilai penting dalam menjaga keselamatan wisatawan. Koordinasi lintas pihak, lanjut Samsiah terus diperkuat agar respons terhadap insiden dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Di sisi lain, fasilitas layanan kesehatan tingkat kampung seperti puskesmas pembantu (pustu) beserta tenaga medis juga disiagakan selama periode liburan guna memberikan penanganan awal sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

“Harapannya langkah tersebut dapat mempercepat penanganan awal ketika terjadi insiden di lapangan,” katanya.

Meski demikian, Samsiah menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi, terutama dalam memperkuat aspek keselamatan di destinasi wisata pesisir yang seringkali menjadi tujuan utama wisatawan saat musim libur. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: