Sunyinya Jalan Inpres 3 di Balikpapan, Ancaman Penculikan Anak
Ilustrasi korban penculikan anak.--
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Kasus bocah 11 tahun yang nyaris menjadi korban penculikan di Jalan Inpres 3, Muara Rapak, Balikpapan, masih menyisakan sejumlah detail yang mengkhawatirkan.
Setelah kronologi awal terungkap, fakta lain ditemuan. Jarak kejadian dengan rumah korban ternyata sangat dekat. Hanya sekitar satu hingga dua menit berjalan kaki dari masjid.
Dari Masjid Darul Muhajirin ke rumah, hanya sekitar satu hingga dua menit berjalan kaki. Tapi di ruas jalan itu pula, ancaman datang.
Kejadiannya pada Minggu 23 Maret 2026 sekitar pukul 20.15 Wita, seorang bocah 11 tahun dihentikan pria tak dikenal saat berjalan pulang usai salat Isya.
BACA JUGA:Perbaikan Pipa Induk, PTMB Hentikan Sementara Suplai Air di Balikpapan
Titiknya bukan di persimpangan ramai, bukan pula di depan rumah warga. Namun pada bagian jalan yang cenderung luput perhatian. Yaitu depan rumah kosong, tak jauh dari bak sampah.
BACA JUGA:Tak di Kantor, Tapi Tetap Terpantau: Cara Pemkot Balikpapan Mengontrol ASN Saat FWA
Saat siang hari, ruas ini tampak biasa saja. Dilalui warga, kendaraan sesekali melintas.
Namun saat malam, terlebih usai hujan, suasananya berubah. Jalan menjadi lengang, aktivitas warga nyaris tak terlihat.
Kakak korban, Ersa (26), menceritakan, adiknya sempat berjalan bersama teman-temannya selepas salat. Tapi, mereka berpisah di tengah jalan.
"Mulanya masih sama teman-temannya, tapi pisah di jalan. Jadi dia lanjut sendiri," ujarnya saat diwawancara lebih lanjut, pada Kamis 26 Maret 2026.
Tak lama setelah itu, sekitar satu hingga dua menit berjalan sendiri, sebuah sepeda motor mendekat dari arah belakang, tepatnya dari arah Jalan Inpres 2.
Pengendaranya seorang pria, menggunakan motor Honda Spacy merah dan helm hitam.
Awalnya, pria itu hanya bertanya arah jalan. Namun, situasi cepat berubah.Dalam jarak dekat, sekitar setengah meter, pelaku mulai membujuk korban.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
