Bankaltimtara

Gerhana Bulan Total Malam Ini, BMKG: Waspada Air Laut Balikpapan Bisa Naik 2,9 Meter

Gerhana Bulan Total Malam Ini, BMKG: Waspada Air Laut Balikpapan Bisa Naik 2,9 Meter

Ilustrasi gerhana bulan.-istimewa-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Langit Kaltim akan menyuguhkan Gerhana Bulan Total, Selasa, 3 Maret 2026 malam ini. Fenomena astronomi ini bisa dinikmati dari seluruh Indonesia, termasuk Balikpapan.

Namun, ada yang perlu dicermati warga pesisir. Kenaikan muka air laut diprakirakan terjadi bertepatan dengan fase puncak gerhana.

Kepala Stasiun Meteorologi Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Djoko Sumardiono, menyebut hasil prakiraan pasang surut 1-10 Maret 2026 menunjukkan potensi pasang maksimum di perairan Balikpapan.

"Pasang tertinggi di Balikpapan diperkirakan terjadi 4 Maret 2026 pukul 19.00 Wita dengan ketinggian sekitar 2,9 meter," katanya.

BACA JUGA: Monsun Asia Menguat, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Kaltim pada 17–18 Februari 2026

Angka itu bukan satu-satunya. Di Muara Sungai Mahakam dan Teluk Sangkulirang, pasang maksimum juga diprediksi menyentuh 2,8 meter pada waktu yang hampir bersamaan.

Djoko menegaskan, rob tidak berdiri sendiri. Air laut yang naik akan berisiko meluber ke daratan jika berbarengan dengan hujan sedang hingga lebat.

"Kalau pasang maksimum terjadi bersamaan hujan, terutama malam hari, potensi genangan bisa meningkat," tegasnya.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid, menjelaskan gerhana terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Bulan masuk ke bayangan inti Bumi atau umbra, sehingga tampak kemerahan.

BACA JUGA: Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 3 Maret 2026, Cek di Sini!

Durasi keseluruhan gerhana mencapai 5 jam 41 menit 51 detik sejak fase awal hingga akhir. Fase totalitas berlangsung 59 menit 27 detik.

Untuk wilayah Wita, fase total dimulai pukul 19.03.56, puncak pada 19.33.39, dan berakhir 20.03.23. Rangkaian gerhana selesai sekitar pukul 22.24.35 Wita.

"Gerhana tidak berdampak signifikan terhadap suhu atau cuaca. Tetapi posisi Matahari-Bumi-Bulan yang sejajar memang memengaruhi pasang air laut," urai Rasmid.

Ia mengingatkan, faktor lain tetap dominan. Tekanan udara, angin, serta curah hujan dari wilayah hulu sungai ikut menentukan tinggi muka air laut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: