Lonjakan Wisata Berau 2025 Tembus 782 Ribu Kunjungan, Derawan Masih Primadona
Pulau Derawan merupakan salah satu ikon wisata di Kabupaten Berau-istimewa-
BERAU, NOMORSATUKALTIM – Tren kunjungan wisata ke Kabupaten Berau terus menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang 2025.
Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau mencatat lonjakan jumlah wisatawan hingga ratusan ribu kunjungan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan destinasi kepulauan tetap menjadi daya tarik utama.
Berdasarkan rekapitulasi Disbudpar Berau, total kunjungan wisatawan pada 2024 tercatat sebanyak 557.214 kunjungan. Angka tersebut didominasi wisatawan nusantara dengan 552.920 kunjungan, sementara wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 4.294 orang.
Memasuki tahun 2025, jumlah kunjungan mengalami peningkatan signifikan. Total wisatawan yang datang ke Berau mencapai 782.266 kunjungan, terdiri atas 776.920 kunjungan wisatawan nusantara dan 5.346 wisatawan mancanegara.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Disbudpar Berau, Ita Dewanti, mengatakan kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya minat wisatawan terhadap destinasi-destinasi unggulan di Berau.
“Kalau melihat data yang kami miliki, peningkatan dari tahun 2024 ke 2025 cukup signifikan,” kata Ita, Selasa, 10 Februari 2026.
BACA JUGA:Polres Berau Tangkap Dua Pengedar Narkoba, Salah Satunya Diduga Anak Pejabat Legislatif
Ia menjelaskan, lonjakan kunjungan paling terlihat pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pada momen tersebut, Pulau Derawan tercatat sebagai destinasi dengan tingkat kunjungan tertinggi dibandingkan objek wisata lainnya di Berau.
Selama libur Nataru, Pulau Derawan mencatat kunjungan 217 wisatawan mancanegara dan 8.223 kunjungan wisatawan nusantara.
Selain Derawan, Pulau Maratua juga menjadi tujuan favorit wisatawan dan menempati posisi kedua sebagai destinasi dengan jumlah kunjungan terbanyak.
“Untuk Pulau Maratua, wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 168 orang, sedangkan wisatawan nusantara mencapai 882 kunjungan,” ujar Ita.
BACA JUGA:Sebaran THM Tanpa Izin Capai Puluhan Titik, Potensi PAD Kutim Terancam Bocor
Menurut Ita, peningkatan jumlah wisatawan tidak terlepas dari upaya pembenahan yang dilakukan di sektor pariwisata, khususnya pada aspek fasilitas pendukung di objek-objek wisata.
Selain itu, penerapan standar operasional prosedur (SOP) di sejumlah destinasi turut memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

