Bankaltimtara

BI Ingatkan Tantangan Global, Ekonomi Kaltim 2026 Diproyeksikan Tumbuh 4,5-5,3 Persen

BI Ingatkan Tantangan Global, Ekonomi Kaltim 2026 Diproyeksikan Tumbuh 4,5-5,3 Persen

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.-istimewa-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Bank Indonesia memproyeksikan perekonomian Kalimantan Timur tetap tumbuh pada 2026 di tengah tekanan global dan tantangan struktural daerah.

Pertumbuhan ekonomi Kaltim diperkirakan berada di kisaran 4,50 hingga 5,30 persen, didorong peningkatan kapasitas industri minyak dan gas, keberlanjutan proyek strategis, serta aktivitas investasi daerah.

Namun, Bank Indonesia menegaskan bahwa prospek tersebut sangat bergantung pada kekuatan sinergi kebijakan dan efektivitas pengelolaan ekonomi daerah.

Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Bayuadi Hardiyanto menyampaikan, bahwa stabilitas ekonomi daerah hanya dapat dijaga jika kolaborasi lintas sektor berjalan konsisten.

BACA JUGA: Kemiskinan di Kaltim Menyusut 21,6 Ribu Sepanjang 2025, IPM di Atas Nasional

BACA JUGA: Pengendalian Inflasi di Berau, Gamalis: Kelancaran Pasokan dan Distribusi Bahan Pokok jadi Faktor Penting

"Ke depan kinerja ekonomi Kalimantan Timur diperkirakan tetap tumbuh positif, dengan inflasi yang terkendali dalam sasaran nasional," kata Bayuadi.

BI juga memproyeksikan inflasi Kaltim pada 2026 berada dalam rentang target nasional 2,5±1 persen (year-on-year).

Meski demikian, terdapat sejumlah risiko yang berpotensi menahan laju pertumbuhan. Permintaan batu bara global diprakirakan masih tertahan seiring percepatan transisi menuju energi terbarukan.

Sementara itu, gejolak iklim dinilai berisiko menekan produktivitas sektor pertanian. Dari sisi harga, tren kenaikan emas dan minyak dunia turut menjadi faktor yang perlu diantisipasi.

BACA JUGA: Kas Daerah Kaltim Tersisa Rp 788 Miliar Terungkap Saat Evaluasi Awal Tahun, Gubernur Bilang Bukan Silpa

BACA JUGA: Menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H, Disdag Balikpapan Jaga Pasokan dan Distribusi Bahan Pokok

"Risiko global dan iklim tetap ada, namun stabilitas ekonomi daerah masih dapat dijaga melalui penguatan koordinasi pengendalian inflasi dan kebijakan daerah," ujarnya saat dikonfirmasi, pada Rabu, 14 Januari 2026.

Dalam konteks daerah, Bank Indonesia menekankan bahwa realisasi belanja pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: