Perahu Terbalik, 2 Pemancing Nyaris Hilang di Teluk Lombok akibat Cuaca Buruk
Proses evakuasi pemancing yang nyaris tenggelam karena perahu yang mereka tumpangi terbalik di perairan Teluk Lombok, Sangatta, Kutai Timur.-(Foto/ Istimewa)-
KUTAI TIMUR, NOMORSATUKALTIM - Dua orang pemancing nyaris menjadi korban kecelakaan laut setelah kapal yang mereka tumpangi terbalik di perairan Teluk Lombok, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, pada Kamis, 8 Januari 2025.
Insiden tersebut dipicu oleh cuaca buruk yang melanda wilayah perairan Kutai Timur (Kutim).
Angin kencang disertai gelombang tinggi membuat kapal kecil milik pemancing tidak mampu bertahan hingga mengalami kerusakan dan akhirnya terbalik.
Informasi awal diterima Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Kutai Timur setelah salah satu korban sempat menghubungi rekannya untuk meminta pertolongan sebelum komunikasi terputus.
BACA JUGA: Perahu Ces Karyawan PT Astiku Tenggelam di Sungai Mahakam, Satu Orang Hilang
BACA JUGA: Korban Perahu Ces Tenggelam Akhirnya Ditemukan, Terseret 14 Kilometer dari Lokasi Awal
Menindaklanjuti laporan itu, personel Sat Polairud langsung mengerahkan tim penyelamatan menuju lokasi kejadian dengan mengandalkan titik koordinat terakhir yang disampaikan korban.
Kasat Polairud Polres Kutim, AKP Sudarwanto, mengatakan kondisi cuaca saat kejadian cukup membahayakan dan menyulitkan proses pencarian di perairan terbuka.
“Korban sempat menyampaikan posisi kapal sebelum akhirnya hilang kontak. Dari informasi tersebut, anggota kami segera bergerak cepat melakukan pencarian,” ujar AKP Sudarwanto.
Kedua pemancing berhasil ditemukan dalam kondisi selamat meski mengalami kelelahan akibat berjam-jam bertahan di laut.
BACA JUGA: Tragedi Perahu Tenggelam di Kutim: 2 Pemancing Selamat, 3 Orang Meninggal dan 2 Masih Hilang
BACA JUGA: Pencarian Berakhir, Pemancing Tenggelam di Sungai Mahakam Ditemukan Tak Bernyawa
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi ke lokasi yang lebih aman untuk mendapatkan penanganan awal serta memastikan kondisi fisik mereka stabil.
Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, memberikan apresiasi atas kerja cepat dan terukur yang dilakukan jajaran Sat Polairud dalam menangani peristiwa tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

