Bankaltimtara

Bandara APT Pranoto Ajukan Penambahan 18 Hektare Lahan ke Pemkot Samarinda

Bandara APT Pranoto Ajukan Penambahan 18 Hektare Lahan ke Pemkot Samarinda

Penerbangan di Bandara Apt Pranoto Samarinda.-Rahmat/Disway Kaltim-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM — Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto mengajukan penambahan lahan seluas sekitar 18 hektare kepada Pemkot Samarinda.

Penambahan tersebut diperlukan untuk memenuhi standar keselamatan penerbangan internasional, khususnya pada area Runway Strip.

Kepala BLU Kantor UPBU Kelas I Bandara APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan, mengatakan, kebutuhan lahan tersebut dibahas dalam rapat yang digelar atas permohonan Sekretaris Daerah Kota Samarinda.

Ia menjelaskan, runway strip merupakan area pengaman di sisi kanan dan kiri landasan pacu yang harus bebas dari benda keras atau penghalang.

“Apabila pesawat melipir ke kanan atau ke kiri landasan, area tersebut harus aman dari pagar maupun benda keras lainnya. Saat ini luas runway strip Bandara APT Pranoto masih kurang dari standar,” ujar Kadek saat ditemui di Kantor BPKAD Samarinda, Rabu 7 Desember 2026.

BACA JUGA:TWAP Samarinda Temukan Dokumen Dua Proyek Gedung Tidak Sesuai Aturan

Menurutnya, luas Bandara APT Pranoto saat ini mencapai sekitar 208 hektare.

Namun, untuk memenuhi ketentuan keselamatan penerbangan, dibutuhkan tambahan lahan agar mitigasi risiko dapat dilakukan secara optimal.

BACA JUGA:Dishub Samarinda Kembali Tertibkan Parkir Kontainer, Kali Ini Puluhan Kendaraan di Palaran Digembosi

“Efek dari sisi keselamatan, kita tidak mengharapkan adanya kejadian pesawat tergelincir akibat angin dan justru lebih dulu menabrak pagar sebelum mengenai area aman. Ini adalah standar internasional yang harus dipenuhi,” kata Kadek.

Ia menambahkan, pemenuhan standar tersebut akan berdampak langsung pada peningkatan keamanan dan kenyamanan pengguna jasa bandara.

Bandara APT Pranoto sendiri melayani sebanyak lima wilayah. Yakni Samarinda, Kukar, Sangatta, Kutai Barat, dan Bontang.

“Kami berharap dengan terpenuhinya semua standar keselamatan, pelayanan kepada masyarakat, khususnya di Kalimantan Timur, bisa semakin baik,” ujarnya.

BACA JUGA:Persoalan Tempias Hujan di Pasar Pagi Tidak Sempat Masuk Perencanaan Pembangunan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait