Pemprov Kaltim Versus Pemkot Samarinda: Bantah RSUD AMS II di Zona Rawan Genangan
Lokasi pembangunan RSUD Korpri atau RSUD Aji Muhammad Salehuddin (AMS) II di Samarinda.-Mayang/Disway Kaltim-
SAMARINDA,NOMORSATUKALTIM - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim membantah semua kekhawatiran Pemkot Samarinda, perihal pembangunan RSUD Korpri.
Sebagai catatan, rumah sakit yang sebelumnya bernama RSUD Korpri tersebut berganti nama menjadi RSUD Aji Muhammad Salehuddin (AMS) II.
Lokasinya berada di jalan Wahid Hasyim II. PUPR Kaltim mengklaim lokasi tersebut tidak berada di kawasan rawan banjir sebagaimana yang dikhawatirkan Pemkot Samarinda. Penegasan itu merujuk pada dokumen tata ruang resmi yang berlaku.
Kepala Dinas PUPR-Pera Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menyatakan bahwa dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) maupun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai peruntukan fasilitas umum dan fasilitas sosial.
BACA JUGA:DPRD Samarinda Minta Pematangan Lahan RSUD Korpri Patuhi Aturan
"Di RTRW Samarinda 2023–2042, di RDTR, bahkan di Perwali, tidak ada satu pun yang menyebut lokasi itu sebagai kawasan rawan banjir. Peruntukannya jelas, fasum dan fasos,"ujar Fitra saat ditemui, Senin 29 Desember 2025 sore.
Ia menegaskan bahwa tudingan lokasi RSUD AMS II berada di kawasan pengendalian banjir tidak memiliki dasar regulasi.
"Kalau disebut kawasan penanganan banjir, itu tidak tertulis di dokumen tata ruang. Jadi secara aturan, tidak ada masalah rumah sakit dibangun di situ,"tegasnya.
"Kami pakai data peta resmi. Dari analisis spasial, lokasi itu tidak masuk kawasan rawan banjir," sambungnya.
Fitra juga memaparkan bahwa analisis spasial peta kerawanan banjir di wilayah Samarinda Utara menunjukkan area RSUD AMS II berada di luar zona rawan genangan.
Meski demikian, Fitra mengakui bahwa pada tahap awal pengerukan lahan sebelum pematangan, terjadi pengurangan sementara daya tangkap air sekitar 13 ribu meter kubik. Namun menurutnya, dampak tersebut relatif kecil.
"Kalau dihitung, debit banjir di kawasan Sempaja hanya naik sekitar 2,42 persen. Dari 523 ribu meter kubik menjadi 536 ribu meter kubik. Itu masih sangat terkendali,"paparnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

