Wali Kota Samarinda Dalami 2 Titik Banjir, Rencana Penanganan Diperkuat Akhir Desember
Salah satu titik banjir di kawasan Sempaja, Samarinda Utara.-Rahmat/Nomorsatukaltim-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM — Pemerintah Kota Samarinda akan memperdalam kajian penanganan banjir di 2 wilayah rawan, yakni Kecamatan Loa Janan Ilir dan Samarinda Utara.
Pendalaman tersebut dijadwalkan berlangsung pada pekan terakhir Desember 2025, sebagai bagian dari upaya memperkuat rencana pengendalian banjir di sejumlah kawasan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan, kajian lanjutan akan difokuskan pada beberapa titik prioritas, di antaranya kawasan Jalan Damanhuri di Lempake Jaya, Gang Ogok, Tanah Merah Pampang, serta sejumlah lokasi lain yang kerap terdampak genangan.
“Kita akan dalami 2 titik banjir di Loa Janan Ilir dan Samarinda Utara. Minggu depan akan kita pertajam lagi di beberapa kawasan, termasuk Damanhuri, Lempake Jaya, Gang Ogok, Tanah Merah Pampang, dan beberapa lokasi lainnya,” ujar Andi Harun saat ditemui di Balai Kota Samarinda, Selasa, 24 Desember 2025.
BACA JUGA: Waspada Potensi Musim Hujan dan Banjir, BPBD Samarinda Mulai Lakukan Langkah Ini
BACA JUGA: Kata BMKG Soal Efek La Nina Lemah: Kaltim Musim Hujan Panjang, Samarinda Rawan Banjir
Ia menjelaskan, kajian yang dipaparkan saat ini merupakan rencana kegiatan yang disusun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, hasil koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) serta PUPR Provinsi Kalimantan Timur.
“Rencana penanganan banjir di Loa Janan Ilir sudah dipaparkan, tetapi masih akan kita dalami lagi. Pendalaman kedua dijadwalkan sekitar tanggal 29 sampai 30 Desember,” katanya.
Andi Harun juga mengungkapkan, bahwa di tingkat PUPR telah dilakukan pertemuan awal dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengingat sebagian persoalan banjir melibatkan wilayah lintas daerah.
“Setelah kajian ini rampung, kita akan agendakan pertemuan antar kepala daerah. Pertemuan sudah ada, tetapi belum bisa kita ekspose karena masih ada perbaikan dan paparan yang belum final,” ujarnya.
BACA JUGA: Warga Sempaja Selatan Protes, Pematangan Lahan RS Korpri Dituding jadi Penyebab Banjir
Pemkot Samarinda berharap, melalui pendalaman kajian dan koordinasi lintas daerah, langkah penanganan banjir dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan, sehingga mampu mengurangi risiko banjir yang selama ini meresahkan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

