Bankaltimtara

'Intelijen Asing' dan 'Sound Horeg' Itu Ada di Tangan Kita

'Intelijen Asing' dan 'Sound Horeg' Itu Ada di Tangan Kita

"Intelijen Asing" dan "Sound Horeg" Itu Ada di Tangan Kita-(Ilustrasi/ AI)-

Oleh: Hariadi

SIAPA sangka, aksi unjuk rasa di Senayan, Jakarta, pada Senin, 25 Agustus 2025, menjadi awal dari gelombang protes di seluruh Indonesia. 

Demonstrasi yang semula hanya menuntut pembatalan tunjangan DPR RI, melebar menjadi seruan melawan polisi, bahkan revolusi.

Bukan karena pembubaran paksa, tapi disulut oleh kematian driver ojek Online, pada Kamis malam, 27 Agustus 2025.

Affan Kurniawan ditabrak rantis Brimob saat terjebak di antara massa yang sedang dibubarkan paksa.

Insiden ini menyulut kemarahan publik di sejumlah daerah. Protes meluas.

Demo yang awalnya hanya oleh sekelompok mahasiswa dan serikat pekerja, berubah menjadi aksi yang didukung oleh banyak elemen.

Polisi menjadi common enemy.

Unjuk rasa kini tak hanya menyasar DPR, tapi juga kantor pemerintahan dan markas polisi. 

Tak berhenti di Jakarta, demonstrasi dan kericuhan merembet ke kota-kota lain, seperti Bandung, Surabaya, Medan, Makassar bahkan kota kecil lain yang biasanya cenderung tidak reaktif.

Kekerasan, penjarahan, pembakaran kantor pemerintah, DPRD, fasilitas publik, bahkan cagar budaya terjadi. Korban jiwa berjatuhan.

BACA JUGA: Melacak Jejak Nieuwenhuis di Pedalaman Borneo: Dari Ekspedisi Kolonial Hingga Ingatan Kolektif

BACA JUGA: Kericuhan Massa: Analogi Kapal Induk dan Memimpin dengan Buku

Indonesia nyaris menghadapi krisis politik, bahkan konflik sosial. Mengingatkan saya pada gelapnya Indonesia pada 1997 silam. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: