Bankaltimtara

PIP Aspirasi Hadir di Pedalaman Kubar, 86 Siswa Long Iram Terbantu

PIP Aspirasi Hadir di Pedalaman Kubar, 86 Siswa Long Iram Terbantu

PIC Aspirasi Kubar, Widodo Rahayu menyerahkan secara simbolis beasiswa PIP Aspirasi kepada perwakilan siswa SMA Negeri 1 Long Iram.-(Disway Kaltim/ Eventius)-

KUTAI BARAT, NOMORSATUKALTIM – Bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) Aspirasi kembali menyapa pelajar di Kutai Barat. 

Kali ini, sebanyak 86 siswa SMA Negeri 1 Long Iram menerima manfaat dari program yang digagas anggota DPR RI, Hetifah Sjaifudian. 

Penyerahan secara simbolis dilakukan, pada Rabu, 27 Agustus 2025, dan dipimpin langsung oleh Penanggung Jawab PIP Aspirasi di Kutai Barat, Widodo Rahayu.

Widodo menegaskan bahwa program PIP Aspirasi bukan sekadar bantuan finansial semata, melainkan bentuk nyata keberpihakan wakil rakyat terhadap masa depan pendidikan di daerah pedalaman

BACA JUGA: Ketua DPRD Kutai Barat Tolak Wacana Pemekaran Benua Raya, Sebut Tak Ada Urgensi

BACA JUGA: AMAN Kutai Barat Sebut Polemik Lembaga Adat Dipicu Tarik-Menarik Politik

Menurutnya, banyak keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi sehingga keberadaan beasiswa ini menjadi solusi untuk meringankan beban mereka.

“Saya sebagai PIC Kutai Barat sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Ibu Hetifah yang sudah sangat peduli dengan pendidikan anak-anak di Kubar. Bantuan ini jelas meringankan beban orang tua sekaligus mendukung siswa dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah,” ujar Widodo.

Ia menjelaskan, dari total 276 siswa SMAN 1 Long Iram, terdapat 86 orang yang ditetapkan sebagai penerima. 

Penyaluran dilakukan setelah melalui proses seleksi dan verifikasi sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah. 

BACA JUGA: Bupati Frederick Edwin Tekankan Integritas dan Sinergi

BACA JUGA: Ribuan Warga Muara Ponaq Kutai Barat Terisolasi Akibat Jalan Rusak

Widodo menilai, angka tersebut menjadi langkah awal yang baik, meski ke depan perlu diperluas agar lebih banyak siswa dapat merasakan manfaatnya.

Lebih jauh, Widodo menyoroti bahwa isu pendidikan di Kutai Barat tidak hanya terbatas pada persoalan biaya, tetapi juga menyangkut kualitas sarana dan prasarana. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: