Bankaltimtara

JKN Jadi Harapan Utama saat Berobat

JKN Jadi Harapan Utama saat Berobat

Kepala BPJS Kesehatan Bontang, Laily Jumiati-Michael Fredy Y/Nomorsatukaltim-

BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Kabar yang diterima Yustina waktu itu sangat berat. Dia mengetahui putra satu-satunya yang masih duduk di bangku SMP sakit jantung.

Jantungnya bocor. Harus dioperasi. Karena kondisi jantungnya itu juga pertumbuhannya tidak maksimal.

Informasi itu diberikan oleh salah satu dokter jantung anak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, pada 31 Agustus 2023.

Sebagai orangtua, hatinya sangat terpukul mengetahui anaknya: Liberius Lahang sakit seperti itu.

Yustina menceritakan, awalnya, saat berada di Puskesmas Telen, di Kutai Timur, dokter di sana melihat kalau pertumbuhan anak ketiganya itu sangat lambat. Ditambah lagi, Lahang gampang sakit.

“Ketika itu, dokter di sana menyarankan untuk berobat ke Sangatta. Biar ditangani oleh dokter anak langsung. Di sana alat medisnya juga sudah lengkap,” katanya kepada Nomorsatukaltim, Minggu 20 Juli 2025.

Sejak awal berobat, dia mengakui kalau selalu menggunakan BPJS Kesehatan. Maklum, ekonomi yang pas-pasan, membuat dirinya tidak bisa berobat secara mandiri. Apalagi, BPJS Kesehatan yang keluarganya miliki dibayarkan oleh pemerintah.

“Kami pun langsung dirujuk ke rumah sakit di Sangatta, RS Medika Sangatta. Dokter di sana sempat kaget. Usianya yang sudah 13 tahun, badannya masih sangat kecil. Seperti anak berusia enam tahun,” terangnya.

Saat diperiksa, detak jantungnya tidak stabil. HB-nya juga rendah. Ketika itu dokter mulai memberikan obat.

Beberapa saat kemudian, pihak rumah sakit merujuk mereka ke RS Meloy Sangatta untuk melakukan rontgen.

Dugaan itu benar. Tetapi, dokter di sana tidak mau memberikan vonis yang berlebihan karena yang menangani di rumah sakit itu bukan dokter jantung anak. Tapi, dokter spesialis jantung dewasa. Dari situ akhirnya kembali dirujuk ke RSUD AWS Samarinda.

“Saat di RSUD AWS, baru diketahui bahwa memang betul jantungnya bocor. Tapi hanya 0,0 sekian centimeter. Lalu dikasih obat. Enam bulan kemudian, kami disuruh kembali untuk check-up,” ungkapnya.

Setelah kembali periksa, bocornya semakin besar. Kali ini sudah 1 centimeter lebih. Dokter di sana pun menyarankan untuk dirujuk ke rumah sakit di Surabaya.

Ibu tiga anak ini pun setuju. Pertengahan 2024, mereka ke Surabaya untuk menjalankan operasi tambal jantung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: