Bankaltimtara

Fasilitasi Warga Terdampak Longsor di Batuah, Komisi III DPRD Kaltim: Dicarikan Win-Win Solution

Fasilitasi Warga Terdampak Longsor di Batuah, Komisi III DPRD Kaltim: Dicarikan Win-Win Solution

Komisi III DPRD Kaltim memfasilitasi warga Batuah yang rumahnya terdampak longsor.-Nizar Gilang/Nomorsatukaltim-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Komisi III DPRD Kaltim memfasilitasi masyarakat yang terdampak longsor di Batuah Kilometer 28 melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (2/6/2025).

Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kaltim, H. Akhmed Reza Pahlevi mengatakan, peran Komisi III sebagai fasilitator sekaligus mencarikan solusi dalam permasalahan teraebut.

Reza menyebut akan mengambil langkah dalam menyelesaikan problematika tersebut, salah satunya yakni meminta pertanggung jawaban pihak PT. BSSR.

“Ada beberapa cara yang akan kita ambil. Pertama adalah meminta daripada pihak BSSR untuk bertanggung jawab terkait dengan masalah dampak longsor ini walaupun di garisbawahi dalam hal ini sudah disampaikan oleh Dinas ESDM bahwasanya longsor ini adalah faktor daripada alam,” ujarnya.

BACA JUGA: Warga Korban Longsor di Batuah Protes ke Kantor Gubernur, Ajukan 4 Tuntutan

BACA JUGA: 21 Rumah Warga Terdampak Longsor di KM 28 Jalan Poros Samarinda-Balikpapan

Selain itu ia juga menyampaikan, bahwa akan dilakukan peninjauan dan pengkajian secara langsung yang bekerja sama dengan Dinas ESDM serta pihak masyarakat dan pihak terkait.

“Kami dari DPRD khususnya Komisi III dengan ini membentuk tim untun memberikan kajian yang nantinya akan didampingi oleh Dinas ESDM kemudian juga diikutsertakan dari pihak masyarakat, kemudian dari BPPJN dan teman - teman lainnya dan instansi terkait,” tambahnya.

Sementara itu Anggota Komisi III DPRD Kaltim, H. Subandi menambahkan, bahwa masyarakat dan perusahan memiliki pendapat yang berbeda. Masyarakat menganggap tambang sebagai penyebab dari longsor tersebut, sedangkan perusahaan menyanggah dengan hal tersebut.

“Menurut warga bahwa longsor tersebut salah satunya diakibatkan tambang. Akibat aktivitas tambang yang akhirnya menyebabkan terjadinya longsor itu. Tapi versi perusahaan tambang tidak begitu, selain radiusnya jauh, aktivitas tambangnya jauh, itu dilihat dari tim geologinya dia. Itu tidak bersumber dari perusahaan,” tuturnya.

BACA JUGA: Polres Kukar Peringatkan Truk Agar Tidak Melintasi Jalur Longsor di Loa Janan, Kutai Kartanegara

BACA JUGA: Ahli Waris Setuju, BPBD Samarinda Relokasi 35 Makam Terdampak Longsor

Subandi menambahkan, bahwa kesimpulan dari rapat tersebut menyatakan perusahaan akan membantu masyarakat yang terdampak longsor tersebut.

“Tadi disimpulkan bahwa pihak perusahaan itu siap membantu. Sifatnya membantu, entah itu ganti rupiah atau apapun itu, siap membantu memberikan uang mediasi. Tapi yang diinginkan masyarakat ini memang beda. Mudah-mudahan ada win-win solution,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait