Sejumlah Wilayah Berau Kembali Dilanda Banjir, BPBD Turun ke Lapangan
Kondisi banjir yang melanda Berau.-istimewa-
BERAU, NOMORSATUKALTIM - Hujan deras yang mengguyur wilayah Berau kembali memicu banjir besar yang merendam sejumlah kampung.
Sedikitnya, lima kecamatan terdampak banjir kiriman dari hulu sungai yang terjadi akibat hujan deras sejak beberapa hari terakhir.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat mengungkapkan, Kecamatan Kelay, Segah, Sambaliung, Teluk Bayur, dan Gunung Tabur menjadi wilayah yang terdampak, dengan ribuan warga terpaksa mengungsi dan mengalami kerugian materiil.
"Banjir ini kiriman dari hulu, terutama dari wilayah Kelay. Debit airnya tinggi karena hujan deras di hulu sungai, ditambah kondisi air pasang dan curah hujan yang masih tinggi," ungkap Nofian, Senin (5/5/2025).
BACA JUGA: Banjir di Berau Tahun 2025 Ini Disebut Paling Parah, Bantuan Mulai Disalurkan
BACA JUGA: Banjir Masih Menggenangi Permukiman, Warga Berau Terpaksa Rayakan Idulfitri di Tengah Banjir
Berdasarkan laporan sementara, sebanyak 13 kampung telah terdampak. Meski pendataan masih berlangsung, BPBD memperkirakan jumlah warga yang terdampak mencapai puluhan ribu jiwa dan kemungkinan masih akan bertambah.
"BPBD dalam proses pendataan masih terus terjun ke lapangan dan belum bisa menentukan jumlah pastinya," ujarnya.
Adapun ketinggian air di beberapa titik beragam, dengan titik tertinggi mencapai 1,7 meter atau setara dagu orang dewasa.
"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Namun, kami sudah antisipasi potensi bahaya lain, seperti aliran listrik. Beberapa gardu listrik bahkan sudah hampir terendam, jadi kami minta PLN segera siaga dan matikan sementara di titik rawan,” tegasnya.
BACA JUGA: Pemkab Berau Prioritaskan Drainase dan Irigasi, Tangani Banjir hingga Abrasi
BACA JUGA: Banjir Rendam 13 Kampung di Kecamatan Damai Kubar, 2.852 Jiwa Terdampak
Dikatakannya, seluruh personel BPBD telah diterjunkan ke lapangan, termasuk tim evakuasi yang masih terus membantu warga menyelamatkan diri maupun barang-barang mereka.
"Sebagian warga mampu mengungsi mandiri, tetapi banyak harta benda yang belum bisa diselamatkan. Tim kami fokus pada evakuasi dan distribusi bantuan. Untuk logistik, kami baru bisa mendistribusikan bantuan terbatas hari ini. Besok akan kami formulasikan lagi dengan jumlah lebih besar," katanya.
Nofian mejelaskan, bahwa saat ini posko darurat telah disiapkan di tingkat kecamatan, sementara beberapa titik kampung yang jauh dari pusat kecamatan masih dalam tahap penjajakan untuk pengiriman bantuan dan pendirian posko tambahan.
BPBD juga melaporkan adanya sejumlah titik longsor di beberapa wilayah, yang turut memperparah kondisi lapangan.
BACA JUGA: Sungai Riko Meluap, Banjir Rendam 1 Desa di PPU, 457 Jiwa Terdampak
BACA JUGA: BPBD Wapadai Potensi Banjir di Kabupaten Paser
"Kalau dibandingkan banjir waktu Lebaran lalu, debit air kali ini lebih besar. Namun, kabar baiknya, airnya cepat surut. Tidak seperti kemarin yang menggenang lama," jelasnya.
Dirinya mengimbau warga tetap waspada karena potensi hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
"Saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memaksakan diri tinggal di rumah jika air terus naik, segeralah menghubungi aparat terdekat untuk bantuan evakuasi," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
