Bankaltimtara

Banjir Rendam 13 Kampung di Kecamatan Damai Kubar, 2.852 Jiwa Terdampak

Banjir Rendam 13 Kampung di Kecamatan Damai Kubar, 2.852 Jiwa Terdampak

Kondisi pemukiman warga di Kecamatan Damai, Kutai Barat yang terendam banjir hingga hari ini.-(Disway Kaltim/ Eventius)-

KUTAI BARAT, NOMORSATUKALTIM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, selama satu minggu terakhir menyebabkan banjir besar yang melanda sejumlah kampung. 

Dari total 17 kampung di Kecamatan Damai, sebanyak 13 kampung dilaporkan terdampak cukup parah. 

Banjir merendam ratusan rumah warga dan memaksa sebagian besar penduduk mengungsi.

“Banjir kali ini cukup mengkhawatirkan. Data sementara yang kami himpun, dari 17 kampung di Kecamatan Damai, ada 13 kampung yang terdampak banjir,” ujar Camat Damai, Iman Setiadi kepada wartawan, Selasa (22/4/2025).

BACA JUGA: Banjir Rendam Sejumlah Sekolah di Kecamatan Damai, Aktivitas Belajar Lumpuh Total

BACA JUGA: Banjir Satu Minggu di Kubar Tak Surut, Warga Damai Butuh Perhatian Segera

Dalam laporan sementara yang dirilis pihak kecamatan, jumlah rumah yang terdampak mencapai 606 unit, dengan total 842 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban

Sementara total jiwa yang terdampak akibat banjir ini mencapai 2.852 orang.

“Kami telah menerima laporan dari kepala-kepala kampung. Total rumah yang terdampak mencapai 606 unit. Ini bukan jumlah yang kecil dan kami terus memantau situasi,” lanjut Iman.

Ia menambahkan bahwa banjir disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi dalam sepekan terakhir, membuat sungai-sungai di kawasan Damai meluap. 

BACA JUGA: Sungai Riko Meluap, Banjir Rendam 1 Desa di PPU, 457 Jiwa Terdampak

BACA JUGA: Polsek Melak Pantau Ketat Banjir, Siaga Lakukan Evakuasi Jika Dibutuhkan

Air naik secara perlahan sejak awal pekan dan mencapai puncaknya pada Sabtu malam.

“Hujan terus mengguyur selama berhari-hari. Sungai meluap dan merendam rumah-rumah warga, terutama di kampung yang berada di dataran rendah dan dekat aliran sungai,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: