Bankaltimtara

PBNU Serukan Gerakan Bersih-bersih Masjid Serentak Jelang Ramadan 1446 H

PBNU Serukan Gerakan Bersih-bersih Masjid Serentak Jelang Ramadan 1446 H

PBNU luncurkan program bersih-bersih masjid jelang Ramadan 2025/ 1446 H.-(Ilustrasi/ Memorandum)-

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM – Lembaga Takmir Masjid (LTM) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak seluruh pengurus masjid, mushala, serta masyarakat umum untuk turut serta dalam Gerakan Bersih-Bersih Masjid (BBM) Serentak Nasional. 

Inisiatif ini dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1446 H agar umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman.

Peluncuran program ini digelar di Masjid Nurul Mu’min, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (23/2/2025). 

Ketua LTM PBNU H. Mokhamad Mahdum menekankan pentingnya menjaga kebersihan tempat ibadah sebagai bagian dari keimanan.

BACA JUGA: Risiko Kebakaran Meningkat saat Ramadan, Disdamkarmatan Samarinda Ungkap Penyebabnya

BACA JUGA: Ini Daftar Larangan dan Imbauan Pemkab Kukar Selama Ramadan

"Mari kita bersama-sama meramaikan bulan Ramadan dengan aksi nyata. Kebersihan masjid adalah tanggung jawab kita semua. Dengan menjaga kebersihan, kita turut serta dalam menciptakan lingkungan ibadah yang penuh berkah," ujar Mahdum, dikutip NU Online.

Menurutnya, kebersihan masjid bukan hanya soal estetika, tetapi juga faktor utama dalam menciptakan kenyamanan bagi jamaah.

"Kebersihan adalah sebagian dari iman. Dengan membersihkan masjid, kita tidak hanya menjaga tempat ibadah, tetapi juga meningkatkan kenyamanan jamaah. Mari kita jadikan masjid sebagai tempat yang nyaman dan penuh berkah," tambahnya.

Gerakan bersih-bersih masjid ini diharapkan menjadi tradisi tahunan yang bisa melibatkan umat Islam di seluruh Indonesia, tidak hanya menjelang Ramadan tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sepanjang tahun.

BACA JUGA: Antisipasi Kelangkaan, Disperindagkop-UKM Paser akan Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg di Bulan Ramadan

BACA JUGA: Dinkes Berau Agendakan Uji Sampel Produk Mamin selama Ramadan

Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan 1446 H

Kementerian Agama (Kemenag) memastikan bahwa penetapan awal Ramadan dan Idulfitri 1446 H tetap dilakukan melalui sidang isbat, sebagaimana tradisi tahunan.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyatakan bahwa sidang tersebut akan melibatkan berbagai pihak, termasuk ormas Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), ahli falak, serta perwakilan DPR dan Mahkamah Agung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: