Bankaltimtara

Izin Operasional Terowongan Samarinda Masih Berproses, Dinas PUPR Minta Warga Bersabar

Izin Operasional Terowongan Samarinda Masih Berproses, Dinas PUPR Minta Warga Bersabar

Kondisi sisa longsoran di Sisi Inlet Terowongan Samarinda.-Rahmat/Disway Kaltim-

“Dari sisi desain, termasuk suara dan kecepatan kendaraan, sudah dimodelkan. Efek suara dan getaran tidak terlalu signifikan terhadap kekuatan struktur,” ucap Reyhan.

BACA JUGA:Dinsos Samarinda Masih Tunggu Arahan Kemensos untuk Rekrutmen Peserta Didik Sekolah Rakyat

Dalam kesempatan tersebut, Hendra juga menjelaskan rencana estimasi pengajuan anggaran sekitar Rp 90 miliar yang disorot DPRD Samarinda.

Ia menegaskan, anggaran tersebut belum diusulkan dalam APBD 2026 dan masih bersifat estimasi awal terkait hasil perencanaan teknis.

“Estimasi itu mencakup beberapa item pekerjaan, antara lain pelandaian atau regrading lereng di sisi inlet, penambahan ground anchor, waller beam, serta pekerjaan timbunan kembali di atas struktur terowongan. Di sisi outlet, pekerjaan difokuskan pada perkuatan ground anchor dan waller beam,” jelasnya.

Menurut Reyhan, pekerjaan ground anchor memiliki biaya tinggi per meter sehingga mempengaruhi besarnya estimasi anggaran.

BACA JUGA:DPRD Samarinda Dorong Pengelolaan Parkir Mie Gacoan Libatkan Warga Lokal

Meski demikian, ia menegaskan secara perhitungan teknis dan pemodelan struktur, faktor keamanan telah memenuhi standar.

“Secara desain dan perhitungan, safety factor sudah kita upayakan memenuhi ketentuan. Namun, tentu tidak ada pekerjaan konstruksi yang bisa menjamin risiko nol,” kata Reyhan

Ia menambahkan, realisasi pekerjaan lanjutan tersebut juga masih terkendala pembebasan lahan. Hingga kini, masih terdapat sekitar empat hingga lima bidang tanah di sisi inlet yang belum dibebaskan.

“Kalau mau masuk ke tahap pekerjaan lanjutan, persoalan lahan ini juga harus diselesaikan terlebih dahulu,” pungkas Reyhan.

Rahmat Pratama

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait