Bankaltimtara

Bubur Baqa Khas Samarinda Seberang jadi Primadona Berbuka Puasa di IKN

Bubur Baqa Khas Samarinda Seberang jadi Primadona Berbuka Puasa di IKN

Proses memasak bubur Baqa di Masjid IKN.-OIKN-

Menu yang kini dikenal sebagai Bubur Nusantara itu, dimasak sekitar satu setengah jam. Warnanya cokelat muda dengan taburan bubuk rempah di atasnya.

“Kami lupa karena kemarin ya hari libur, bahwa masyarakat banyak yang berkunjung ke IKN."

"Menurut kami ini menunjukkan bahwa Bubur Baqa telah berhasil bertransformasi menjadi sajian massal yang diminati berbagai kalangan di ibu kota baru,” katanya.

Pihak Otorita IKN juga berencana meningkatkan skala penyajian ini pada momentum besar Nuzulul Quran mendatang.

BACA JUGA:Prabowo Sempurnakan Desain IKN, Fokus Tambah Embung untuk Antisipasi Iklim dan Karhutla

“Insyaallah yang memiliki racikan asli akan kami undang kembali, untuk rencananya di peringatan Nuzulul Quran yang akan dipusatkan di IKN pada tanggal 7 Maret 2026."

"Kehadiran pemilik resep asli diperlukan karena volume masakan yang disiapkan akan jauh lebih besar dari porsi harian biasanya,” jelas Alimuddin.

Meskipun Bubur Baqa kini sangat populer dengan sebutan Bubur Nusantara di IKN, Alimuddin menegaskan bahwa pihaknya tetap menghormati asal-usul dan hak cipta dari racikan tersebut.

Ia memandang bahwa popularitas yang didapatkan saat ini harus tetap memberikan kredit kepada masyarakat Samarinda Seberang sebagai pemilik asli tradisi tersebut.

Otorita IKN berharap langkah ini akan membuat kuliner lokal Kalimantan Timur terangkat dengan sendirinya ke kancah yang lebih luas.

"Saya melihat bahwa hak cipta racikan ini milik teman-teman di Samarinda Seberang," tegas Alimuddin.

Ke depannya, OIKN juga berencana untuk menghadirkan variasi kuliner legendaris lainnya, seperti bubur dari Masjid Shiratal Mustaqim, untuk semakin memperkaya khazanah takjil di Masjid Negara.

Dengan demikian, IKN tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga menjadi etalase bagi kelestarian budaya dan kuliner tradisional Kalimantan.

Salah satu juru masak, Muhammad Tasrik, menjelaskan cita rasa bubur bertumpu pada racikan bumbu kari.

“Bumbu utamanya adalah bumbu kari yang membuat wanginya semakin tercium,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: