Bankaltimtara

DPRD Samarinda Usul Sekolah Rawan Narkoba Dipetakan

DPRD Samarinda Usul Sekolah Rawan Narkoba Dipetakan

Aktivitas pelajar di SMP N 2 Samarinda. -Ari/Disway Kaltim-

"Program pencegahannya bisa dibuat lebih rutin dan melibatkan instansi terkait,” jelasnya.

Menurut Latisi, persoalan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena pencegahannya berkaitan dengan lingkungan pendidikan, keluarga, kesehatan, hingga kondisi sosial masyarakat.

Ia menyebut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda dapat menjadi leading sector dalam menyusun program pencegahan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, Dinas Kesehatan, serta unsur keluarga.

BACA JUGA:Teras Samarinda Tahap II Dibuka 29 Agustus, Warga Bisa Rekreasi Hemat

Kolaborasi tersebut diperlukan agar penanganan terhadap potensi penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan dari berbagai sisi. 

Mulai dari edukasi kepada siswa hingga penguatan pengawasan di lingkungan sekitar sekolah.

Latisi juga menilai keluarga memiliki peran penting dalam mendeteksi perubahan perilaku anak. 

Komunikasi antara orang tua dan anak perlu diperkuat sehingga persoalan yang muncul dapat diketahui lebih awal.

Ia berharap sekolah juga memiliki ruang yang cukup bagi siswa untuk mendapatkan pendampingan ketika menghadapi persoalan yang berpotensi mendorong mereka masuk dalam lingkungan penyalahgunaan narkoba.

Pendekatan pencegahan tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi setiap sekolah berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan pemerintah bersama instansi terkait.

BACA JUGA:Operasional 3 IPA Samarinda Dikurangi, Palaran hingga Pulau Atas Terdampak Krisis Air

Latisi mengatakan pemetaan sekolah rawan dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih terukur.

Data mengenai lokasi sekolah, kondisi lingkungan, tingkat kerawanan, serta karakteristik persoalan dapat membantu menentukan program yang perlu diprioritaskan.

Menurutnya, pemerintah juga perlu memperbarui data tersebut secara berkala karena kondisi lingkungan dapat berubah dan pola penyalahgunaan narkoba dapat berkembang.

Dengan pembaruan data, pemerintah memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai lokasi yang membutuhkan pengawasan dan program pencegahan tambahan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait