Dorong BUMN Percepat Pembangunan

Dorong BUMN Percepat Pembangunan

GUBERNUR Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat bersilaturahmi dengan Menteri BUMN Erick Thohir, Rabu (8/7).

Tanjung Selor,Disway - Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie meminta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ikut mendorong dan membantu percepatan pembangunan di provinsi ke-34 ini.

Permintaan tersebut disampaikan Gubernur kepada Menteri BUMN Erick Tohir di Jakarta, Rabu (8/7). Gubernur juga ditemani Boy Tohir, Presdir PT Adaro Group yang merupakan salah satu pengusaha sukses di Tanah Air, yang juga saudara Menteri BUMN.

“Cukup lama kami tidak bertemu. Sejak Pak Erick mengikuti rombongan Bapak Presiden Jokowi kunjungan kerja ke Kaltara, 18-19 Desember 2019 yang lalu,” kata Gubernur.

Di kesempatan silaturahmi tersebut, Irianto juga menyampaikan permohonan fasilitasi hibah lahan PT Pertamina dalam rangka pembangunan dermaga/pelabuhan di Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan.

Pembangunan pelabuhan ini akan dianggarkan melalui dana APBN Kementerian Perhubungan pada 2021 mendatang.

Rencana pembangunan pelabuhan di Bunyu, sudah dimulai sejak 2016. Saat itu, Dinas Perhubungan Kaltara menggarap feasibility study (FS), detail engineering design (DED), dan rencana induk atau master plan.

“Pada 2017, dilakukan prastudi kelayakan pelabuhan oleh Kemenhub dan Pertamina. Lalu 2018, melakukan SID juga oleh Kemenhub. Kemudian berlanjut pada 2019, di antaranya menyusun dokumen DLKr- DLKp, RIP, pengesahan studi kelayakan pelabuhan, dan pengesahan SID,” ujarnya.

Tahun ini, melangkah ke tahap pemenuhan izin penggunaan jalan akses Pertamina dari Direktur Aset Pertamina, rekomendasi bupati atas kesesuaian tata ruang dari Bupati Bulungan, dan rekomendasi gubernur atas kesesuaian tata ruang.

“Alhamdulillah, izin menggunakan akses jalan Pertamina sudah disetujui, tinggal menunggu proses penetapan lokasi, ini mengingat pelabuhan Bunyu merupakan pelabuhan pengumpul,” ujarnya.

Pelabuhan Bunyu selain dapat digunakan untuk dermaga speedboat, juga akan dilalui oleh kapal barang. Diharapkan mengurangi disparitas harga barang masuk ke daerah penghasil minyak itu.

“Beliau meminta agar nanti diajukan secara resmi dengan dilampiri data pendukung yang lengkap. Beliau akan memberi kesempatan bertemu di Kantor BUMN untuk pembahasan lebih lanjut,” ujarnya.

Gubernur juga melaporkan perkembangan rencana investasi pembangunan kilang metanol senilai Rp 10 triliun di Pulau Bunyu yang akan dilakukan oleh PT Karya Mineral Jaya (KMJ).

Sebelumnya, Pemprov Kaltara telah bersurat ke Menteri ESDM, Menteri BUMN, dan Kepala BKPM untuk memfasilitasi kemudahan bagi investor tersebut yang akan berinvestasi di Kaltara.

Gubernur mengatakan, Pemprov Kaltara mengetahui bahwa niat PT MKJ sangat serius untuk merealisasikan investasinya. Untuk itu, Pemprov mendorong pelaksanaan negosiasi harga gas WK Nunukan antara PT KMJ dengan PHENC segera dilanjutkan kembali. Kaltara sangat berkepentingan dalam rencana investasi ini. Bukan hanya soal daerah penghasil. Namun investasi itu dapat menyerap 3-4 ribu pekerja lokal selama proyek berlangsung.

Menurut Gubernur, keinginan PT Pertamina (Persero) untuk ikut masuk sebagai pemegang saham super mayoritas, tidak sepatutnya menghentikan pelaksanaan negosiasi harga gas WK Nunukan. Apalagi, Pemprov Kaltara dan Pemkab Bulungan telah memberikan rekomendasi dan fasilitasi perizinan yang diperlukan PT KMJ.

“Saya berharap dengan komunikasi dengan Menteri BUMN, Menteri ESDM, Kepala BKPM, penyelesaian hambatan yang terjadi dalam proses pembangunan kilang methanol dapat dilanjutkan kembali dan proyek pembangunan dapat diselesaikan sesuai target yang telah dicanangkan,” ujarnya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada beliau. Beliau orang yang profesional, memiliki banyak gagasan inovatif dan kreatif, cerdas, open minded, humble, guyonannya selalu segar dan bermutu,” tambahnya.

Di sisi lain, Gubernur mengungkapkan perkenalan dengan Menteri BUMN Erick Tohir melalui Boy Tohir. Perkenalan berawal pada 2015 saat melaksanakan umrah bersama istri, Hj Rita Ratina.

“Secara kebetulan kami menginap di hotel yang sama di Madinah. Pak Boy Tohir memperkenalkan saya dan istri kepada orangtua beliau, Pak Teddy Tohir (almarhum) dan istri, serta Pak Erick Tohir. Mereka umrah rombongan satu keluarga besar,” ujarnya. HUMAS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: